“Shaff Lurus dan Rapat” Diluar Shalat

Saat shalat berjamaah kita sering kali mendengarkan imam memberi perintah untuk meluruskan dan merapatkan shaff pada makmum. Hal ini merupakan perintah dari Rasulullah Saw untuk imam agar selalu mengingatkan hal itu kepada makmum dibelakangnya. Begitu juga perintah bagi makmum untuk otomatis mengikuti perintah imam meluruskan dan merapatkan shaff tersebut. Hadits tentang hal ini sangatlah banyak kita temui;

Anas r.a. berkata, "Iqamah telah dikumandangkan, lalu Rasulullah menghadap kami dan bersabda, 'Luruskanlah shaf-shaf kamu dan rapatkanlah, karena sesungguhnya aku melihatmu dari belakang punggungku.' Salah seorang dari kami menempelkan pundaknya ke pundak kawannya, dan kakinya ke kaki kawannya." (HR. Bukhari)


Abu Hurairah mengatakan bahwa Nabi saw bersabda, "Imam itu dijadikan untuk diikuti. Karena itu, janganlah kamu menyalahinya. Apabila dia sudah bertakbir, maka bertakbirlah kamu. Apabila dia ruku, maka rukulah kamu. Apabila dia membaca, 'Sami'allaahu liman hamidah' ; maka bacalah, 'Rabbana wa lakal hamdu.' Apabila dia sujud, maka sujudlah kamu. Apabila dia shalat dengan duduk, maka shalatlah kamu semua dengan duduk. Luruskan shaf (barisan) dalam shalat, sesungguhnya meluruskan shaf itu sebaik-baik shalat." (HR. Bukhari)

Anas mengatakan bahwa Nabi saw bersabda, "Luruskanlah shaf kalian, karena meluruskan shaf itu adalah termasuk kesempurnaan mendirikan shalat." (HR. Bukhari)

Dari Busyair bin Yasar al Anshari dari Anas bin Malik bahwasanya ia datang di Madinah lalu ditanyakan kepadanya, "Apakah ada sesuatu yang kamu ingkari (anggap tidak baik) dari apa yang kami semua lakukan sejak hari kamu bergaul bersama Rasulullah?" Ia berkata, "Saya tidak mendapat sesuatu yang patut saya ingkari kecuali kalian tidak meluruskan shaf pada waktu shalat." (HR. Bukhari)

Dari Nukman bin Basyir ra., ia berkata: Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: Sebaiknya engkau mau meluruskan barisanmu atau Allah akan menancapkan rasa permusuhan di antara engkau. (Shahih Muslim)

Dan masih banyak lagi dengan riwayat-riwayat lainnya yang menjadi dalil pentingnya merapatkan dan meluruskan shaff saat kita melakukan shalat berjamaah. Jika sholat sendirian, tidak ada yang namanya perintah meluruskan shaff. Tapi jika kita sholat berjamaah di masjid, meluruskan dan merapatkan shaff menjadi suatu perintah. Perintah tersebut yang seolah terkesan sepele, tapi dalam satu hadits terakhir di atas, jika kita meremehkan perintah meluruskan dan merapatkan shaff maka Allah Swt. akan menancapkan rasa permusuhan diantara kita.

Shaff dan Ukhuwah Islamiyah
Makna yang bisa kita ambil adalah bahwa kelurusan dan kerapatan shaff itu memiliki kaitan langsung kepada Ukhuwah Islamiyah. Rasa persaudaraan dan kekeluargaan diantara umat Islam adalah nilai penting yang harus dijaga dari lurusnya shaff kita dalam setiap shalat berjamaah. Jangan sampai diri kita menjadi orang yang tidak memahami makna ukhuwah ini hingga membuat kita suka sekali berseteru, berselisih, dan berpecah-belah antar sesama saudara seiman. Kerapatan dan kelurusan shaff bisa menjadi tak berarti apa-apa jika diluar shalat kita suka menyulut perpecahan, suka mengghibah, suka memfitnah, menuduh orang lain atau jamaah lain dengan tuduhan kafir, sesat, bid’ah, batil dengan mudah.

Umat ini belum bisa bersatu-padu. Untuk mencapai kebangkitan peradaban Islam yang kita rindukan bersama selalu menemui batu-batu sandungan dari dalam tubuh umat Islam sendiri. Kalau kaum liberal dan sekuler sih memang jelas musuh kita, tapi jamaah-jamaah Islam tidak seharusnya suka saling berpecah hanya karena perbedaan kecil yang tidak prinsipil.

Oleh karena itu, ingatlah dalam hatimu. Ketika kita bersiap mengambil posisi solat berjamaah. Rapatkan telapak kaki pada makmum disamping kita. Luruskan tumit. Rapatkan bahu. Jangan berlebih-lebihan. Lalu ingatlah bahwa ini salah satu bentuk cinta kita kepada mereka semua dalam shalat berjamaah. Tebarkan senyum dan sapa ketika bertemu sesama jamaah diluar shalat. Jika ada yang belum merapatkan shaff, ingatkan mereka dengan cara yang ma’ruf, agar mereka ikut pada barisan kita. Insya Allah dengan ini satu tahap anak tangga menuju peradaban Islam ala Madinah yang kita cita-citakan itu sudah kita naiki. []

No comments: