1. Tahukah Anda bahwa selain ras Yahudi, dilarang membeli atau menyewa tanah di Israel?
2. Tahukah Anda bahwa setiap ras Yahudi yang ada di setiap Negara di seluruh dunia menjadi warga Negara Israel secara otomatis? Sementara warga Palestina yang terlahir di tanah negerinya sendiri sejak puluhan abad yang lalu terus diusir ke luar Palestina?
3. Tahukah Anda bahwa penduduk Palestina yang menetap di kawasan Israel harus menggunakan kendaraan dengan cat dan warna khusus untuk membedakan antara ras Yahudi dan non Yahudi?
4. Tahukah Anda bahwa Yerusalem bagian timur, Tepi Barat, Gaza dan dataran tinggi Golan
dianggap oleh masyarakat internasional khususnya barat dan Amerika sebagai kawasan yang
dijajah Israel dan bukan merupakan bagian dari Israel?
5. Tahukah Anda bahwa Israel mengalokasikan 85% air bersih hanya untuk ras Yahudi dan
Membagikan 15% sisanya untuk seluruh penduduk Palestina yang menetap di kawasan
Israel? Secara realitas, Israel mengalokasikan 85% air bersih hanya untuk 400 penduduk
Yahudi di Hebron, sementara 15% sisanya alokasi kan kepada 120 ribu penduduk Palestina di
daerah itu?
6. Tahukah Anda bahwa Amerika mengalokasikan 5 milyar US$ dari penghasilan pajaknya setiap tahunnya untuk menyumbang Israel?
7. Tahukah Anda bahwa Amerika terus memberikan bantuan militer kepada Israel sebesar 1,8 milyar US$ setiap tahunnya? Dan tahukah Anda bahwa jumlah sebesar itu sama dengan sumbangan Amerika kepada seluruh Negara di benua Afrika?
8. Tahukah Anda bahwa Israel juga menunggu bantuan perang tambahan sebesar 4 milyar US$ dari Amerika yang terdiri dari pesawat tempur F 16, Apache dan Blackhawk? Dan karena Amerika merupakan Negara koalisi utama bagi Israel, maka ia wajib memberikan semua fasilitas yang diminta Israel untuk menjamin eksistensinya.
9. Tahukah Anda bahwa pemerintah Amerika telah menekan Kongres tentang pelanggaran Israel dalam penggunaan senjata yang mereka sumbang kan? Khususnya a pada tahun 1978, 1979 dan tahun 1982 pada perang di Lebanon dan penggunaan senjata nuklir pada tahun 1981.
10. Tahukah Anda bahwa Israel adalah satu-satunya Negara di Timur Tengah yang menolak menandatangani larangan pengembangan senjata nuklir? Dan menolak Tim Investigasi
PBB untuk memeriksa tempat persembunyian nuklir nya?
11. Tahukah Anda bahwa sebelum berdirinya Israel pada tahun 1948, sudah memiliki pabrik
Pengembangan senjata nuklir?
12. Tahukah Anda bahwa Perwira Tinggi Israel di Departemen Perang mengakui secara terang-terangan bahwa militer Israel membunuh semua tahanan perang Palestina tanpa proses pengadilan?
13. Tahukah Anda bahwa Israel meledak kan tempat kediaman Diplomat Amerika dan menyerang kapal perang Amerika Liberty di perairan internasional pada tahun 1967? Walaupun serangan itu menewaskan 33 tentara Amerika dan melukai 177 lainnya, tetapi Amerika sama sekali tidak melakukan tindakan apapun terhadap Israel? Hanya dengan alasan bahwa tentara Israel salah sasaran? Bayangkan kalau serangan itu dilakukan oleh Negara Islam?
14. Tahukah Anda bahwa Israel merupakan Negara yang paling banyak mengabaikan resolusi DK PBB? Jumlah resolusi yang diabaikan oleh Israel mencapai 69 buah. Bayangkan seandainya satu Negara Islam mengabaikan 1 resolusi PBB, apa yang akan dilakukan oleh Amerika?
15. Tahukah Anda bahwa pemerintah Israel menggunakan system politik konservasi terhadap identitas ras Yahudi agar tetap menjadi warga Negara itu?
16. Tahukah Anda bahwa Mahkamah Agung Israel telah menetapkan Perdana Menteri Ariel Sharon sebagai tersangka dalam kasus pembantaian Shabra dan Syatilla pada 16 September 1982 di Lebanon yang menewaskan lebih dari 1000 orang Palestina terdiri dari anak-anak, wanita dan orang tua?
17. Tahukah Anda bahwa pada tanggal 20 Mei 1990, seorang tentara Israel menyuruh para buruh Palestina yang sedang menunggu bus di sebuah halte untuk duduk berbaris di atas tanah, setelah itu ia menembaki mereka dari jarah setengah meter? Tahu pulakah Anda bahwa pemerintah Israel menyatakan tentara itu tidak bersalah dan bahkan mendapat penghargaan khusus dari pemerintah Israel?
18. Tahukah Anda bahwa sampai tahun 1988, semua pabrik dan kantor di Israel hanya boleh
menempelkan keterangan lowongan kerja dengan perkataan: “lowongan kerja hanya untuk ras Yahudi”, “dicari seorang karyawan dengan syarat ras Yahudi”?
19. Tahukah Anda bahwa Departemen Luar Negeri Israel membayar 6 perusahaan media Amerika untuk memunculkan image positif Israel kepada masyarakat Amerika dan Eropa?
20. Tahukah Anda bahwa Sharon mengajak Partai radikal Molodeit untuk menjadi koalisi utama dalam kabinetnya? Padahal partai itu berideologi radikal dengan persepsi pokok
membersihkan Israel dari non ras Yahudi dan pengusiran secara paksa seluruh warga Palestina dari Israel?
21. Tahukah Anda bahwa Perdana Menteri Israel pertama David ben Gorion sepakat dengan langkah pengusiran secara paksa seluruh ras Arab dari Israel?
22. Tahukah Anda bahwa Rahib besar di Israel Ofadya Yusuf yang juga pendiri Partai Syas (partai terbesar ketiga di Israel) mendukung aksi militer Israel untuk menghabisi warga Palestina? bahkan ia mengeluarkan fatwa radikal pada hari raya paskah yang lalu dalam wawancaranya di sebuah jaringan radio terbesar di Israel: “Tuhan akan membalas semua kejahatan warga Arab, Tuhan akan menghancurkan keturunannya, menghabisinya dan menghancurkan tanahnya dan Tuhan akan membalas mereka dengan siksaan yang pedih. Karenanya dilarang semua ras Yahudi untuk memberikan rasa kasih sayang kepada warga Arab, dan wajib bagi setiap Yahudi untuk menembakkan rudal dan senjatanya ke arah dada dan kepala setiap warga Arab untuk menghabisinya, karena mereka itu makhluk yang jahat dan terkutuk”……
23. Tahukah Anda bahwa pengungsi Palestina terbesar di dunia?
24. Tahukah Anda bahwa penduduk Kristen Palestina bersatu dengan penduduk Palestina muslim untuk melawan penjajah Yahudi?
25. Tahukah Anda, walaupun Mahkamah Agung Israel sudah mengeluarkan keputusan pelarangan penyiksaan dalam proses pemeriksaan, tetapi Shinbet (Badan Intelijen Israel) tetap terus menyiksa setiap pejuang Palestina dalam proses pemeriksaan nya?
26. Tahukah Anda bahwa walaupun Israel terus mengganggu proses belajar mengajar dan merusak seluruh sarana dan prasarana pendidikan penduduk Palestina, tetapi penduduk Palestina tetap menjadi Negara terbesar di dunia yang penduduknya bergelar doctor (S3)? Hal ini apabila dilihat dari jumlah prosentase penduduknya.
27. Tahukah Anda bahwa setiap manusia mempunyai hak yang sama yang dijamin oleh undang-undang HAM internasional yang diterbitkan pada tanggal 10 Desember 1948? Tetapi tahukah Anda bahwa undang-undang itu sama sekali tidak berlaku bagi penduduk Palestina?
karena dihalangi dengan ditandatanganinya kesepakatan OSLO?
28. Tahukah Anda bahwa mayoritas buku sejarah di dunia mengatakan Negara-negara
Arab yang menyerang Israel terlebih dahulu pada perang tahun 1967? Padahal faktanya, justru Israel yang menyerang Negara-negara Arab terlebih dahulu kemudian mereka merebut kota Al-Quds dan Tepi Barat? Tetapi mereka mengatakan bahwa serangannya itu adalah serangan untuk menjaga diri dan antisipasi?
29. Tahukah Anda bahwa Israel sebagai Negara penjajah sama sekali tidak terikat dengan konvensi Jenewa untuk menjaga hak-hak dan keselamatan warga sipil Palestina?
30. Tahukah Anda bahwa perintah Perdana Menteri Israel Ariel Sharon sudah tidak dituruti lagi oleh militer Israel? Salah satu contohnya adalah ketika ia melarang militer Israel untuk melakukan genjatan senjata dan dilarang menembak, tetapi militer Israel terus menyerang, menembaki rakyat sipil Palestina dan menghancurkan tempat tinggal mereka. Insiden paling memilukan Anda lah pembantaian tiga wanita Palestina, padahal mereka sedang berada dalam tenda pengungsian nya?
31. Tahukah Anda bahwa Israel terus melakukan berbagai usaha untuk menghancurkan Masjid Al Aqsha dan Kubah Shakhrah sejak 50 tahun yang lalu dengan menggali bawah tanah masjid tersebut agar runtuh dengan sendirinya?
32. Tahukah Anda bahwa Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela mengatakan bahwa Israel adalah Negara racism dan apartheid seperti kondisi Afrika Selatan sebelum ia pimpin?
SA'I adalah nama sebuah komunitas, perkumpulan, gerakan, kursus gratis, taman bacaan dan zine yang fokus bergerak dibidang media independen, jurnalistik, dan pemikiran Islam. SA'I didirikan sejak tahun 2006 awalnya berupa organisasi yang memfasilitasi training motivasi khusus remaja muslim, kemudian berkembang menjadi pusat diskusi dan kursus mingguan gratis untuk remaja agar lebih mengenal cara membuat media dakwah independen, sekaligus praktek dan manajemennya.
Hasan Al-Banna dan Proyek Kebangkitan Umat

Oleh: DR. Muhammad Mahdi Akif
Penerjemah:
Abu Ahmad
_______
Risalah dari Muhammad Mahdi Akif, Mursyid Am Ikhwanul Muslimin, 12-02-2009
Penerjemah:
Abu Ahmad
_______
Risalah dari Muhammad Mahdi Akif, Mursyid Am Ikhwanul Muslimin, 12-02-2009
Segala puji bagi Allah dan shalawat dan salam atas Rasulullah saw dan orang-orang yang mendukungnya.. selanjutnya;
Allah SWT berfirman:
مِنْ الْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّهَ عَلَيْهِ فَمِنْهُمْ مَنْ قَضَى نَحْبَهُ وَمِنْهُمْ مَنْ يَنْتَظِرُ وَمَا بَدَّلُوا تَبْدِيلاً
“Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; Maka di antara mereka ada yang gugur. dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu- nunggu dan mereka tidak merubah (janjinya)”. (Al-Ahzab:23)
Allah SWT berfirman:
مِنْ الْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّهَ عَلَيْهِ فَمِنْهُمْ مَنْ قَضَى نَحْبَهُ وَمِنْهُمْ مَنْ يَنْتَظِرُ وَمَا بَدَّلُوا تَبْدِيلاً
“Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; Maka di antara mereka ada yang gugur. dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu- nunggu dan mereka tidak merubah (janjinya)”. (Al-Ahzab:23)
Dalam kehidupan setiap umat dan bangsa, akan tampak seorang pemimpin yang terpilih dan diberikan rahmat oleh Allah terhadapnya, mampu mengumpulkan umat di sekelilingnya dan bangkit bersamanya dengan membawa tugas menghidupkan bangsa dan umatnya dari kelalaian; sosok pemimpin kebangkitannya dan membawa kemuliaan jati dirinya.
Imam syahid Hasan Al-Banna sebagai -saksi dan pejuang kemerdekaan Palestina- adalah sebagai salah satu dari mereka -para pemimpin- yang mendedikasikan diri dan hidupnya sejak awal untuk melakukan kebangkitan negeri Mesir, bangsa Arab dan umat Islam. Beliau telah membangun proyek kebangkitan, yang diawali dari negara Mesir, kemudian setelah itu, banyak yang ikut bergabung dengannya hingga jutaan umat dari berbagai belahan dunia. Membawa kebangkitan yang bersumber pada tiga pondasi utama, yaitu;
1. Bahwa hukum-hukum Islam dan ajaran-ajarannya adalah sangat universal; yang mengurusi berbagai permasalahan manusia dalam kehidupannya di dunia, dan hal-hal yang terkait dengan kebahagiaan di Akhirat nanti. Karena itu, Islam adalah Aqidah dan Ibadah, tanah air dan tentara, agama dan negara, spiritualitas dan aktualitas, mushaf dan pedang. Dan Al-Qur’an al-karim juga berbicara tentang hal itu semua dan menganggapnya sebagai inti dari ajaran Islam dan merupakan karakternya yang mengajak untuk selalu berbuat ihsan di dalamnya secara keseluruhan, sebagaimana yang disebutkan dalam ayatnya:
وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الآخِرَةَ وَلا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنْ الدُّنْيَا وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ
“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu“. (Al-Qashash:77)
وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الآخِرَةَ وَلا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنْ الدُّنْيَا وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ
“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu“. (Al-Qashash:77)
2. Bahwa pondasi dan pokok ajaran-ajaran Islam bersumber dari Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah saw yang jika keduanya dipegang teguh oleh umat maka selamanya tidak akan tersesat, sedangkan berbagai pendapat, ilmu pengetahuan yang disambungkan dengan Islam dan diberikan warna dengan warna Islam akan mampu membawa warna kehidupan zaman yang dibentuk oleh ilmu dan bangsa yang sezaman dengannya… karena itu pula sistem dan ajaran-ajarannya harus tetap lestari sehingga mampu membawa umat dari ajaran-ajarannya yang murni dan bersih serta mudah dicerna. Memahami Islam seperti yang dipahami oleh salafus shalih, memiliki pendirian pada batasan-batasan rabbaniyah an-nabawiyah sehingga jiwa kita tidak terikat dengan selain Allah, tidak menselaraskan masa hidup dengan warna yang tidak sesuai dengan syariatnya, sebagaimna Islam juga sebagai agama seluruh manusia.
3. Bahwa Islam adalah agama yang universal; yang mengurusi berbagai kehidupan seluruh bangsa dan umat di sepanjang masa dan waktu, datang dengan penuh kemuliaan dan kesempurnaan dengan menjabarkan berbagai bentuk dan bagian kehidupan, khususnya berbagai urusan dunia, meletakkan kaidah-kaidah umum pada setiap urusannya, mengarahkan umat manusia pada jalan-jalan yang nyata untuk diterapkan atasnya dan perjalanan di atas ketentuan-ketentuannya… Islam telah memberikan perhatian secara penuh, dengan cara memberikan solusi pada diri manusia, sumber dari segala sistem, dan sebagai perangkat dari berbagai ide, wawasan dan pembentukan..”Risalah muktamar al-khamis”
Dengan tiga pondasi di atas tersebut imam Al-Banna mendirikan bangunan berupa proyek kebangkitan umat menurut Ikhwanul Muslimin, dan diantara karakteristiknya adalah Islam itu sendiri. Imam Hasan Al-Banna telah banyak menelaah sejarah umat Islam dan berdiri pada satu sikap akan pentingnya melakukan solusi pada entitas negara Islam yang telah terbelenggu pada suatu kondisi hingga abad ke 14 Hijriyah, sehingga dapat meninggalkan apa yang pada saat ini kita saksikan sebagai umat yang bercerai berai, negara-negara kecil menuju kesatuan dan melangkah untuk bangkit dan maju bersama.
Karena itu, melakukan observasi suatu penyakit adalah merupakan fase yang sangat penting sebelum menentukan cara penanggulangannya. Itulah yang dilakukan oleh Al-Banna, sehingga beliau menyebutkan beberapa faktor (penyakit) yang dapat mengarah pada pemberian solusi, di antaranya adalah:
1. Perselisihan politik, fanatisme, serta pertikaian dalam perebutan jabatan dan kepemimpinan.
2. Perselisihan agama, mazhab dan keyakinan keluar dari agama sebagai aqidah, dan sibuk dengan permasalahan dan istilah-istilah yang baku, mengabaikan Kitabullah (Al-Qur’an) dan sunnah Rasulullah saw, jumud, fanatik terhadap pendapat, ucapan, perkataan, ide, wawasan, perdebatan dan perselisihan yang terjadi.
3. Terbuai dengan kemewahan dan kenikmatan dan jatuh pada kesenangan dan syahwat.
4. Berpindahnya kekuasaan dan kepemimpinan pada selain Arab dari orang-orang yang tidak pernah merasakan nikmatnya Islam yang benar, dan hati mereka belum pernah tersentuh oleh cahaya Al-Qur’an oleh karena sulitnya memahami Al-Qur’an.
5. Acuh terhadap pengetahuan kauniyah (alam) dan ilmu-ilmu ilmiah, dan banyak menghabiskan waktu hanya untuk membahas dan mengkaji falsafah-falsafah teoritis dan kaku serta ilmu-ilmu khayal yang buruk.
6. Terpedayanya para pemimpin dengan jabatan mereka, tertipu dan acuh pada teori perkembangan sosial suatu bangsa lainnya dan terhadap orang-orang yang sebelum mereka dalam melakukan persiapan, menjaga kewibawaan dan menguasai tipu daya.
7. Tertipu oleh bisikan-bisikan para pembisik dari musuh-musuh dan seteru mereka, bangga dengan kerja dan fenomena kehidupan mereka, terbelenggu oleh taklid sehingga terjerumus pada kehancuran bukan manfaat, diiringi dengan pelarangan yang keras untuk tidak menyerupainya dan perintah untuk selalu berbeda dengan mereka, dan pentingnya menjaga sendi-sendi umat Islam. (risalah bainal amsi wal youm)
2. Perselisihan agama, mazhab dan keyakinan keluar dari agama sebagai aqidah, dan sibuk dengan permasalahan dan istilah-istilah yang baku, mengabaikan Kitabullah (Al-Qur’an) dan sunnah Rasulullah saw, jumud, fanatik terhadap pendapat, ucapan, perkataan, ide, wawasan, perdebatan dan perselisihan yang terjadi.
3. Terbuai dengan kemewahan dan kenikmatan dan jatuh pada kesenangan dan syahwat.
4. Berpindahnya kekuasaan dan kepemimpinan pada selain Arab dari orang-orang yang tidak pernah merasakan nikmatnya Islam yang benar, dan hati mereka belum pernah tersentuh oleh cahaya Al-Qur’an oleh karena sulitnya memahami Al-Qur’an.
5. Acuh terhadap pengetahuan kauniyah (alam) dan ilmu-ilmu ilmiah, dan banyak menghabiskan waktu hanya untuk membahas dan mengkaji falsafah-falsafah teoritis dan kaku serta ilmu-ilmu khayal yang buruk.
6. Terpedayanya para pemimpin dengan jabatan mereka, tertipu dan acuh pada teori perkembangan sosial suatu bangsa lainnya dan terhadap orang-orang yang sebelum mereka dalam melakukan persiapan, menjaga kewibawaan dan menguasai tipu daya.
7. Tertipu oleh bisikan-bisikan para pembisik dari musuh-musuh dan seteru mereka, bangga dengan kerja dan fenomena kehidupan mereka, terbelenggu oleh taklid sehingga terjerumus pada kehancuran bukan manfaat, diiringi dengan pelarangan yang keras untuk tidak menyerupainya dan perintah untuk selalu berbeda dengan mereka, dan pentingnya menjaga sendi-sendi umat Islam. (risalah bainal amsi wal youm)
Kemudian Imam syahid Hasan Al-Banna menjelaskan bagaimana Islam memberikan solusi kepada umatnya bagi yang ingin bangkit dari beberapa hal yang dibutuhkan untuknya melalui berbagai sistem, kaidah, naluri dan perasaan yang tidak ada keraguan sedikit pun di dalamnya dan di hadapan seluruh umat Islam dan Arab bahkan seluruh umat manusia; bahwa keistimewaan ajaran Islam adalah memberikan kepada umat manusia berbagai manfaat; karena beliau telah mencoba sebelumnya dan menyaksikan sejarah dan kebenarannya, dan miliknya kesucian dan ketetapan dalam jiwa sehingga memudahkan bagi seluruhnya untuk mendapatkannya, memahaminya, memenuhi panggilannya dan berjalan di atasnya, ditambah dengan kebanggaan nasionalisme dan membela nasionalisme yang murni; dengan membangun kehidupan kita di atas kaidah-kaidah kita dan dasar-dasar yang kita milik dan tidak mengambil dari selainnya, dan inilah nilai-nilai kemerdekaan sosial dan kehidupan yang paling tinggi setelah kemerdekaan politik.
Sesungguhnya berjalan di atas manhaj ini dan mendukung kebangkitan di atas pondasi-pondasi Islam; dapat menguatkan persatuan Arab, kemudian persatuan umat Islam.
Bahwa manhaj yang menyeluruh dan unibersal ini merupakan bagian dari sistem kehidupan setiap umat yang berasal pada dua sisi penting; mengambil yang baik dan menjauhi mudarat.
Dan dalam menjelaksan hal-hal yang dibutuhkan oleh umat yang menginginkan kebangkitan dari beberapa dasar dan pondasi, dan bagaimana cara Islam memberikannya, Imam syahid Hasan Al-Banna berkata dalam risalah “Nahwan Nuur” yang ditujukan untuk para pemimpin dan penguasa serta umat Islam secara keseluruhan:
Bahwa manhaj yang menyeluruh dan unibersal ini merupakan bagian dari sistem kehidupan setiap umat yang berasal pada dua sisi penting; mengambil yang baik dan menjauhi mudarat.
Dan dalam menjelaksan hal-hal yang dibutuhkan oleh umat yang menginginkan kebangkitan dari beberapa dasar dan pondasi, dan bagaimana cara Islam memberikannya, Imam syahid Hasan Al-Banna berkata dalam risalah “Nahwan Nuur” yang ditujukan untuk para pemimpin dan penguasa serta umat Islam secara keseluruhan:
1. Islam dan cita-cita; umat yang ingin bangkit membutuhkan cita-cita dan impian yang luas. Dan Al-Qur’an menjelaskan kepada kita bahwa putus asa merupakan jalan menuju kekufuran dan ke takberdayaan dan bagian dari kesesatan. Allah berfirman:
وَنُرِيدُ أَنْ نَمُنَّ عَلَى الَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا فِي الأَرْضِ وَنَجْعَلَهُمْ أَئِمَّةً وَنَجْعَلَهُمْ الْوَارِثِينَ
“Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi)”. (Al-Qashash:5)
Dan firman Allah:
وَتِلْكَ الأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ
”Dan itu Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran)”. (Ali Imran:140)
وَنُرِيدُ أَنْ نَمُنَّ عَلَى الَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا فِي الأَرْضِ وَنَجْعَلَهُمْ أَئِمَّةً وَنَجْعَلَهُمْ الْوَارِثِينَ
“Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi)”. (Al-Qashash:5)
Dan firman Allah:
وَتِلْكَ الأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ
”Dan itu Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran)”. (Ali Imran:140)
2. Islam dan kemuliaan nasionalisme
كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ
“Kalian adalah sebaik-baik umat yang dikeluarkan untuk manusia”. (Ali Imaran:110)
dan firman Allah:
وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ
“Dan demikianlah kami jadikan kalian umat yang tengah sehingga kalian menjadi saksi atas seluruh manusia”. (Al-Baqara:143)
Dan firman Allah:
وَلِلَّهِ الْعِزَّةُ وَلِرَسُولِهِ وَلِلْمُؤْمِنِينَ
“Dan kemuliaan itu hanyalah milik Allah, Rasul-Nya dan orang-orang beriman”. (Al-Munafiqun:8)
كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ
“Kalian adalah sebaik-baik umat yang dikeluarkan untuk manusia”. (Ali Imaran:110)
dan firman Allah:
وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ
“Dan demikianlah kami jadikan kalian umat yang tengah sehingga kalian menjadi saksi atas seluruh manusia”. (Al-Baqara:143)
Dan firman Allah:
وَلِلَّهِ الْعِزَّةُ وَلِرَسُولِهِ وَلِلْمُؤْمِنِينَ
“Dan kemuliaan itu hanyalah milik Allah, Rasul-Nya dan orang-orang beriman”. (Al-Munafiqun:8)
Adapun negara menurut Islam adalah mencakup:
- negara khusus,
- negara Islam lainnya, jadi seluruh umat Islam berada satu negara dan satu atap.
- Kerajaan Islam yang pertama yang telah diperjuangkan oleh salafus saleh dengan darah mereka. Kemudian menembus hingga mencakup dunia secara keseluruhan.
- negara khusus,
- negara Islam lainnya, jadi seluruh umat Islam berada satu negara dan satu atap.
- Kerajaan Islam yang pertama yang telah diperjuangkan oleh salafus saleh dengan darah mereka. Kemudian menembus hingga mencakup dunia secara keseluruhan.
Oleh karena itu, Islam berkesesuaian dengan perasaan nasionalisme secara khusus dan perasaan nasionalisme secara umum, oleh karena terdapat di dalamnya kebaikan dari segala kebaikan untuk manusia seluruhnya, Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
“Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal”. (Al-Hujurat:13)
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
“Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal”. (Al-Hujurat:13)
3. Islam; kekuatan dan tentara; Islam menjadikan mencapai keduanya sebagai suatu kewajiban yang paten dari berbagai kewajiban lainnya, dan tidak membedakan antara fenomena yang ada dengan shalat dan puasa serta lain-lainnya.
4. Islam; kesehatan secara umum.
Allah berfirman:
وَزَادَهُ بَسْطَةً فِي الْعِلْمِ وَالْجِسْمِ
“Dan Allah memberikan kepadanya bekal kekuatan ilmu dan badan”. (Al-Baqarah:247)
Nabi saw bersabda:
إِنَّ الْمُؤْمِنَ الْقَوِيَّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيْفِ
“Sesungguhnya mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah dari mukmin yang lemah”.
Dan nabi saw bersabda:
إِنَّ لِبَدَنِكَ عَلَيْكَ حَقًّا
“sesungguhnya bagi badanmu ada haknya”
Allah berfirman:
وَزَادَهُ بَسْطَةً فِي الْعِلْمِ وَالْجِسْمِ
“Dan Allah memberikan kepadanya bekal kekuatan ilmu dan badan”. (Al-Baqarah:247)
Nabi saw bersabda:
إِنَّ الْمُؤْمِنَ الْقَوِيَّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيْفِ
“Sesungguhnya mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah dari mukmin yang lemah”.
Dan nabi saw bersabda:
إِنَّ لِبَدَنِكَ عَلَيْكَ حَقًّا
“sesungguhnya bagi badanmu ada haknya”
5. Islam dan ilmu pengetahuan: dengan menjadikannya sebagai kewajiban dari kewajiban lainnya, dan sebagai sarana kekuatan dan menuju kemenangan, dan ayat pertama yang diturunkan Allah adalah
قْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ
“Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang telah menciptakan”. (Al-Alaq:1)
قْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ
“Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang telah menciptakan”. (Al-Alaq:1)
6. Islam dan akhlaq yang lurus dan mulia… sebagaimana Allah firmankan dalam ayat-Nya:
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا . وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا
”Sungguh beruntung orang-orang mensucikan jiwanya, dan sungguh merugi orang-orang yang mengotorinya”. (As-Syams:9-10).
Dan firman Allah:
إِنَّ اللَّهَ لا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنفُسِهِمْ
“Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum hingga diri mereka yang merubah sendiri”. (Ar-Ra’ad:11)
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا . وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا
”Sungguh beruntung orang-orang mensucikan jiwanya, dan sungguh merugi orang-orang yang mengotorinya”. (As-Syams:9-10).
Dan firman Allah:
إِنَّ اللَّهَ لا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنفُسِهِمْ
“Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum hingga diri mereka yang merubah sendiri”. (Ar-Ra’ad:11)
7. Islam dan ekonomi: urusan ekonomi merupakan permasalahan yang sangat penting dan fundamental pada zaman ini, dan Islam, sejak awal telah memberikan perhatian terhadapnya, memprioritaskan nya dan menganggapnya sarana yang sangat penting dan memiliki nilai yang sangat besar, bahkan telah meletakkan kaidah-kaidah yang dapat membersihkan bangunan perekonomian; seperti diharamkannya riba, kapitalisme dan menghalalkan segala cara dalam jual beli.
8. Sistem Islam secara umum: Bahwa sistem Islam secara umum adalah yang berhubungan dengan individu, keluarga atau umat; pemerintahannya dan bangsanya, atau hubungan umat yang satu dengan sebagian lainnya, dikumpulkan dan disatukan antara pemahaman dan ketelitian, dan mendahulukan kepentingan dan penjelasannya, dan bahwasanya yang demikian merupakan petunjuk paling sempurna dan bermanfaat dari apa yang dikenal oleh manusia tentang sistem yang baru atau klasik.
Hukum tersebut juga didukung dan dikokohkan oleh sejarah dan ditetapkan pembahasannya secara detail dalam setiap fenomena kehidupan umat, dan sebagai bantahan terhadap orang-orang yang mengatakan bahwa pembangunan kebangkitan Mesir, Arab dan umat Islam bertentangan dengan hak-hak minoritas non muslim, atau membuat keruh kebersihan hubungan antara barat dan negara-negara lainnya di dunia.
Imam Al-Banna berkata: bahwa Islam telah meletakkan nash-nashnya secara jelas dan gamblang guna dapat melindungi kaum minoritas seperti yang disebutkan dalam Al-Qur’an:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
“Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan Berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang Berlaku adil”. (Al-Mumtahanah:8)
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
“Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan Berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang Berlaku adil”. (Al-Mumtahanah:8)
Dan Al-Qur’an juga mengagungkan persatuan agama secara umum dan berusaha menghilangkan kefanatikan.
sebagaimana firman Allah:
قُولُوا آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنزِلَ إِلَيْنَا وَمَا أُنزِلَ إِلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَقَ وَيَعْقُوبَ وَالأَسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَى وَعِيسَى وَمَا أُوتِيَ النَّبِيُّونَ مِنْ رَبِّهِمْ لا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ
“Katakanlah (hai orang-orang mukmin): “Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada Kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan Kami hanya tunduk patuh kepada-Nya”. (Al-Baqarah:136)
sebagaimana firman Allah:
قُولُوا آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنزِلَ إِلَيْنَا وَمَا أُنزِلَ إِلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَقَ وَيَعْقُوبَ وَالأَسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَى وَعِيسَى وَمَا أُوتِيَ النَّبِيُّونَ مِنْ رَبِّهِمْ لا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ
“Katakanlah (hai orang-orang mukmin): “Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada Kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan Kami hanya tunduk patuh kepada-Nya”. (Al-Baqarah:136)
Dan Islam juga mengagungkan persatuan agama secara khusus tanpa ada permusuhan dan pertentangan
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
“Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara, maka perbaikilah di antara dua saudara kalian (yang sedang berselisih) dan bertaqwalah kepada Allah, agar kalian mendapat keberuntungan”. (Al-Hujurat:10)
Dan Islam juga memberikan batasan secara jelas dan detail siapa yang berhak bagi kita sebagai umat Islam untuk melindungi dan memutuskan hubungan dengan mereka:
Allah berfirman:
إِنَّمَا يَنْهَاكُمْ اللَّهُ عَنْ الَّذِينَ قَاتَلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَأَخْرَجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ وَظَاهَرُوا عَلَى إِخْرَاجِكُمْ أَنْ تَوَلَّوْهُمْ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ فَأُوْلَئِكَ هُمْ الظَّالِمُونَ
“Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. dan Barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, Maka mereka Itulah orang-orang yang zhalim”. (Al-Mumtahanah:9)
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
“Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara, maka perbaikilah di antara dua saudara kalian (yang sedang berselisih) dan bertaqwalah kepada Allah, agar kalian mendapat keberuntungan”. (Al-Hujurat:10)
Dan Islam juga memberikan batasan secara jelas dan detail siapa yang berhak bagi kita sebagai umat Islam untuk melindungi dan memutuskan hubungan dengan mereka:
Allah berfirman:
إِنَّمَا يَنْهَاكُمْ اللَّهُ عَنْ الَّذِينَ قَاتَلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَأَخْرَجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ وَظَاهَرُوا عَلَى إِخْرَاجِكُمْ أَنْ تَوَلَّوْهُمْ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ فَأُوْلَئِكَ هُمْ الظَّالِمُونَ
“Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. dan Barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, Maka mereka Itulah orang-orang yang zhalim”. (Al-Mumtahanah:9)
Adapun Barat dan orang-orang Barat; jika kita berprasangka buruk pada negara-negara tersebut adalah karena mereka tidak suka dengan kita; apakah kita mengikuti Islam atau selainnya, dan inilah yang terjadi sejak dua abad yang lalu, sehingga hancur eksperimen kebangkitan yang dibangun oleh para pendirinya di atas pondasi selain pondasi dan kaidah-kaidah Islam.
Bahwa dasar-dasar kebangkitan di Timur tidak seperti di Barat, dan para pemuka agama bukanlah agama itu sendiri, dan bahwasanya awal kebangkitan harus dimulai dengan mendirikan lebih dahulu kaidah-kaidahnya di atas pondasi-pondasi yang kuat yang bersumber dari akhlaq yang mulia, ilmu yang luas, kekuatan yang mumpuni sebagaimana yang diperintahkan oleh Islam.
Dan hendaknya kita mengambil langkah-langkah kongkret dari berbagai sisi dan dimensi sambil berusaha melakukan pembahasan secara detail dan bersabar melakukan solusi dan therapi, melintasi berbagai rintangan, bersamaan dengan apa yang dibutuhkan olehnya akan panjangnya masa, besarnya hikmah dan kuatnya azimah.
Dan kita ketahui bahwa jika azam telah benar dan jalan telah terang, dan umat yang memiliki kemauan yang kuat jika mengambil jalan kebaikan, maka pasti mendapatkan apa yang diinginkan insya Allah, karena itu marilah kita melakukan kebangkitan, dan kelak Allah akan selalu bersama kita.
Shalawat dan salam atas nabi kita Muhammad saw.
Shalawat dan salam atas nabi kita Muhammad saw.
PROBLEMA STRUKTURAL DALAM KEBANGKITAN ISLAM

Mungkinkah kejayaan dan peradaban Islam akan tampil jika tidak didukung oleh kerangka struktur yang kokoh? Tidak pernah ada peradaban yang berkembang tanpa dukungan strukturalyang kokoh. Setiap peradaban hampir selalu melalui tiga fase besar untukberkembang. Pertama, fase perumusan ideologi dan pemikiran; kedua, fasestrukturalisasi; dan ketiga, fase perluasan (ekspansi). Ideologi-ideologi besar semuanya mengalami tiga fase tersebut. Lihatlah Komunisme, KapitalismeBarat, dan tak boleh dilupakan: Zionisme Internasional.Jika kebangunan (peradaban) Islam modern telah dimulai secaraindividu oleh para tokoh dan pemikir seperti Sayyid Jamaluddin al-Afghani,Dr. Muh. Iqbal, Muh. Abduh, Muh. Rasyid Ridla, dan seterusnya, maka rintisan pemikiran yang bersifat individual itu disambut secara lebih ter-tata, diantaranya dua tokoh pemuka da'wah yang tidak bisa dilupakanjika berbicara tentang kebangkitan Islam, yaitu Abul A'la Maududi denganJama'at Islaminya, dan asy-Syahid Hasan al Banna dengan Ikhwanul Musliminnya.
Dua pemuka inilah yang meletakkan dasar-dasar struktural gerakan kebangkitanIslam. Keduanya memiliki gagasan dasar yang sama. Bahwa kejayaan Islam danmengembalikan Kekhilafahan Islam harus dimulai dari bawah, artinya persoalanaqidah yang kokoh, pemahaman syariah yang menyeluruh, dan pembenahan akhlaq yang benar. Pembenahannya harus dimulai dari tingkat individu, keluarga,masyarakat, negeri, dan barulah khilafah Islamiyah. Kedua tokoh itu pun punyaperbedaan sedikit. Maududi dengan Jama'at Islaminya banyak menunjukkanfigurisme Maududi dan lemah dalam kaderisasi. Maududi lebih banyak berceramah dan menulis buku daripada 'mencetak' kader. Begitu pula pergerakannya yang terbatas di anak benua India-Pakistan. Sedangkan pada Ikhwanul Muslimin, meski asy-Sahid Hassan al Banna adalah tokok utama, tetapi tidak menyebabkan munculnya figurisme. Wibawa Ikhwanul Muslimin tidak berkurang dengan meninggalnya Hassan al-Banna. Pergerakannya meluas ke hampir seluruh dunia.
Sekurang-kurangnya pengaruh pemikirannya. Beliau lebih 'mencetak' orangdaripada menulis buku. Dari para muridnya, muncullah pemikiran-pemikiranyang luar biasa. Bisa diambil contoh, Sayyid Quthb, Muhammad Quthb, Hassanal-Hudaibi, Umar Tilmisani, Dr. Yusuf Qordhowi, Musthafa Masyhur, Dr. AliJuraishah, Syeikh Ahmad Qaththan, Dr. Musthafa as-Siba'io, dan lain-lainnya. Hassan al Banna dalam usianya yang pendek yaitu 43 tahun, memangterlalu singkat untuk sampai pada figurisme. Beliau seolah-olah hidup dandilahirkan di bumi ini untuk memulai dan meletakkan dasar-dasar pergerakandan da'wah Islam yang asli yang telah hilang di kalangan kaum Musliminpada abad modern. Metode pergerakannya terus dikembangkan oleh paramuridnya tanpa rasa khawatir akan kehilangan originalitas itu sendiri.Sementara itu, gelombang kebangkitan Islam terus bergerakdengan tantangan-tantangan yang semakin berat. Fenomena kebangkitanIslam muncul di seluruh dunia. Palestina, tanah waqaf Islam, darisanalah semangat jihad ditiupkan sampai hari kiamat. Tiupan itumenumbuhkan Gerakan Intifadhah, gerakan yang sulit ditumpas olehIsrael dibanding perlawanan negara-negara Arab, Islamic Trend Movementdi Tunisia, Front Keselamatan Islam di Aljazair, Ikhwanul Muslimin diJordan, dan perjuangan Mujahidin Afghanistan yang berjuang mengusirtentara Sovyet. Kebangkitan Islam juga diwarnai dengan berbagai pusat-pusat studi Islam di Barat dan penerbitan buku-buku Islam yang terusmembanjir. Kenyataan ini tentu membangkitkan optimisme, meski tidakmenutup mata terhadap meningkatnya sekularisme dalam berbagai aspekkehidupan.Fenomena kebangkitan Islam di Indonesia juga ditandai dengan beberapahal yang menarik dikaji. Di kota-kota besar, di kampus-kampus, di sebagiankelas menengah, mereka mulai 'belajar' Islam. Isu pembangunan yang dimulaitahun 70-an dan membawa dampak medernisasi dan sekularisme membuat terjadinya arus balik pada tahun 80-an. Mungkin ekses pembangunan yang mengandalkan pertumbuhan ekonomi menyebabkan manusia kekeringan spiritual. Ini yang menyebabkan munculnya berbagai kajian tentang Islam dengan berbagai modelnya. Fenomena lain sebelum tahun 80-an, jika berbicara tentang Islam dan gerakannya maka orang akan menoleh ke organisasi-organisasi Islam atau partai politik Islam seperti PPP, NU, Muhammadiyah, HMI, PII, dan seterusnya. Seolah-olah yang punya Islam dan dakwahnya hanyalah mereka. Gejala ini mulai mencair menjelang tahun 80-an. Memang nasib dakwah Islam tidak bisa diserahkan hanya pada organisasi atau partai politik Islam. Di sisi lain muncul kenyataan: organisasi-organisasi itu semakin kurang cekatan dalam merespons aspirasi-aspirasi Islam. Dalam beberapa segi terjadi beberapa 'keletihan' (fatigue) karena kurangnya terobosan-terobosan pemikiran yang strategis. Organisasi-organisasi itu mulai digugat oleh sebagian pendukungnya karena semakin kabur dalam menentukan tujuan akhir yang hendak dicapai.
Bahkan di kalangan kampus, HMI kurang mendapatkan pasaran bagi mahasiswa yang mau aktif dan mendalami Islam. Juga tidak menutup mata tentang gerak organisasi-organisasi tersebut semakin terbatas. Oleh karenanya muncul kesadaran baru bahwa dakwah Islam bukanlah monopoli ormas dan orpol Islam, tetapi menjadi kewajiban setiap individu Muslim. Apakah ia bergabung atau tidak dalam organisasi tersebut sementara dakwah yang dilakukan secara bebas dalam kelompok-kelompok kecil, yayasan-yayasan terasa lebih lincah. Kritik lain terhadap ormas-orpol Islam itu antara lain: gaya kerja dan manajemen yang 'agak kebarat-baratan' yang melonggarkan nilai-nilai agama yang mereka canangkan sendiri sebagai doktrin. Misalnya, pemahamannya tentang demokrasi yang cenderung liberal.Gejala ini memunculkan kecendurungan baru, munculnya isu 'jama'ah'.Terdapat dua kecendurungan yang saling bertentangan. Satu pihak, mereka yang alergi dengan isu 'jama'ah'. Biasanya mereka yang sudah mapan aktifitasdalam ormas-ormas Islam, atau karena kepentingan politiknya sehinggamenganggap isu 'jama'ah' itu adalah isu politik. Atau mereka yang sudahmerasa cukup dengan mengartikan bahwa perintah berjama'ah itu sudahdilaksanakan dengan melalui ormas-ormas itu. Di pihak lain, merekamenganggap ormas-ormas itu 'bukanlah jama'ah' sebagaimana yang dimaksudkan oleh Rasulullah saw., baik karena kelakuan, cara berfikir anggotapendukungnya, ataupun karena mekanisme yang tidak sesuai dengan sunnahRasulullah. Gejala lain adalah munculnya fenomena sempalan. Sebab utamanyabisa diduga karena tersumbatnya aspirasi utama kaum Muslimin. Aspirasiutama (mainstream) - karena halangan politis dan birokratis - menyebab-kan aspirasi-aspirasi murni Islam tidak tertampung sehingga muncullahgerakan sempalan, baik di bidang ideologi, pemikiran syari'ah, maupunp ola-pola pergerakan.Melihat kecendurungan di atas, maka harus ada kajian secara mendalam dan dewasa. Dan, untuk itulah buku ini ("Menuju Jama'atulMuslimin" ditulis oleh Ustadz Hussain bin Muhammad bin Ali Jabir, MA)
Dua pemuka inilah yang meletakkan dasar-dasar struktural gerakan kebangkitanIslam. Keduanya memiliki gagasan dasar yang sama. Bahwa kejayaan Islam danmengembalikan Kekhilafahan Islam harus dimulai dari bawah, artinya persoalanaqidah yang kokoh, pemahaman syariah yang menyeluruh, dan pembenahan akhlaq yang benar. Pembenahannya harus dimulai dari tingkat individu, keluarga,masyarakat, negeri, dan barulah khilafah Islamiyah. Kedua tokoh itu pun punyaperbedaan sedikit. Maududi dengan Jama'at Islaminya banyak menunjukkanfigurisme Maududi dan lemah dalam kaderisasi. Maududi lebih banyak berceramah dan menulis buku daripada 'mencetak' kader. Begitu pula pergerakannya yang terbatas di anak benua India-Pakistan. Sedangkan pada Ikhwanul Muslimin, meski asy-Sahid Hassan al Banna adalah tokok utama, tetapi tidak menyebabkan munculnya figurisme. Wibawa Ikhwanul Muslimin tidak berkurang dengan meninggalnya Hassan al-Banna. Pergerakannya meluas ke hampir seluruh dunia.
Sekurang-kurangnya pengaruh pemikirannya. Beliau lebih 'mencetak' orangdaripada menulis buku. Dari para muridnya, muncullah pemikiran-pemikiranyang luar biasa. Bisa diambil contoh, Sayyid Quthb, Muhammad Quthb, Hassanal-Hudaibi, Umar Tilmisani, Dr. Yusuf Qordhowi, Musthafa Masyhur, Dr. AliJuraishah, Syeikh Ahmad Qaththan, Dr. Musthafa as-Siba'io, dan lain-lainnya. Hassan al Banna dalam usianya yang pendek yaitu 43 tahun, memangterlalu singkat untuk sampai pada figurisme. Beliau seolah-olah hidup dandilahirkan di bumi ini untuk memulai dan meletakkan dasar-dasar pergerakandan da'wah Islam yang asli yang telah hilang di kalangan kaum Musliminpada abad modern. Metode pergerakannya terus dikembangkan oleh paramuridnya tanpa rasa khawatir akan kehilangan originalitas itu sendiri.Sementara itu, gelombang kebangkitan Islam terus bergerakdengan tantangan-tantangan yang semakin berat. Fenomena kebangkitanIslam muncul di seluruh dunia. Palestina, tanah waqaf Islam, darisanalah semangat jihad ditiupkan sampai hari kiamat. Tiupan itumenumbuhkan Gerakan Intifadhah, gerakan yang sulit ditumpas olehIsrael dibanding perlawanan negara-negara Arab, Islamic Trend Movementdi Tunisia, Front Keselamatan Islam di Aljazair, Ikhwanul Muslimin diJordan, dan perjuangan Mujahidin Afghanistan yang berjuang mengusirtentara Sovyet. Kebangkitan Islam juga diwarnai dengan berbagai pusat-pusat studi Islam di Barat dan penerbitan buku-buku Islam yang terusmembanjir. Kenyataan ini tentu membangkitkan optimisme, meski tidakmenutup mata terhadap meningkatnya sekularisme dalam berbagai aspekkehidupan.Fenomena kebangkitan Islam di Indonesia juga ditandai dengan beberapahal yang menarik dikaji. Di kota-kota besar, di kampus-kampus, di sebagiankelas menengah, mereka mulai 'belajar' Islam. Isu pembangunan yang dimulaitahun 70-an dan membawa dampak medernisasi dan sekularisme membuat terjadinya arus balik pada tahun 80-an. Mungkin ekses pembangunan yang mengandalkan pertumbuhan ekonomi menyebabkan manusia kekeringan spiritual. Ini yang menyebabkan munculnya berbagai kajian tentang Islam dengan berbagai modelnya. Fenomena lain sebelum tahun 80-an, jika berbicara tentang Islam dan gerakannya maka orang akan menoleh ke organisasi-organisasi Islam atau partai politik Islam seperti PPP, NU, Muhammadiyah, HMI, PII, dan seterusnya. Seolah-olah yang punya Islam dan dakwahnya hanyalah mereka. Gejala ini mulai mencair menjelang tahun 80-an. Memang nasib dakwah Islam tidak bisa diserahkan hanya pada organisasi atau partai politik Islam. Di sisi lain muncul kenyataan: organisasi-organisasi itu semakin kurang cekatan dalam merespons aspirasi-aspirasi Islam. Dalam beberapa segi terjadi beberapa 'keletihan' (fatigue) karena kurangnya terobosan-terobosan pemikiran yang strategis. Organisasi-organisasi itu mulai digugat oleh sebagian pendukungnya karena semakin kabur dalam menentukan tujuan akhir yang hendak dicapai.
Bahkan di kalangan kampus, HMI kurang mendapatkan pasaran bagi mahasiswa yang mau aktif dan mendalami Islam. Juga tidak menutup mata tentang gerak organisasi-organisasi tersebut semakin terbatas. Oleh karenanya muncul kesadaran baru bahwa dakwah Islam bukanlah monopoli ormas dan orpol Islam, tetapi menjadi kewajiban setiap individu Muslim. Apakah ia bergabung atau tidak dalam organisasi tersebut sementara dakwah yang dilakukan secara bebas dalam kelompok-kelompok kecil, yayasan-yayasan terasa lebih lincah. Kritik lain terhadap ormas-orpol Islam itu antara lain: gaya kerja dan manajemen yang 'agak kebarat-baratan' yang melonggarkan nilai-nilai agama yang mereka canangkan sendiri sebagai doktrin. Misalnya, pemahamannya tentang demokrasi yang cenderung liberal.Gejala ini memunculkan kecendurungan baru, munculnya isu 'jama'ah'.Terdapat dua kecendurungan yang saling bertentangan. Satu pihak, mereka yang alergi dengan isu 'jama'ah'. Biasanya mereka yang sudah mapan aktifitasdalam ormas-ormas Islam, atau karena kepentingan politiknya sehinggamenganggap isu 'jama'ah' itu adalah isu politik. Atau mereka yang sudahmerasa cukup dengan mengartikan bahwa perintah berjama'ah itu sudahdilaksanakan dengan melalui ormas-ormas itu. Di pihak lain, merekamenganggap ormas-ormas itu 'bukanlah jama'ah' sebagaimana yang dimaksudkan oleh Rasulullah saw., baik karena kelakuan, cara berfikir anggotapendukungnya, ataupun karena mekanisme yang tidak sesuai dengan sunnahRasulullah. Gejala lain adalah munculnya fenomena sempalan. Sebab utamanyabisa diduga karena tersumbatnya aspirasi utama kaum Muslimin. Aspirasiutama (mainstream) - karena halangan politis dan birokratis - menyebab-kan aspirasi-aspirasi murni Islam tidak tertampung sehingga muncullahgerakan sempalan, baik di bidang ideologi, pemikiran syari'ah, maupunp ola-pola pergerakan.Melihat kecendurungan di atas, maka harus ada kajian secara mendalam dan dewasa. Dan, untuk itulah buku ini ("Menuju Jama'atulMuslimin" ditulis oleh Ustadz Hussain bin Muhammad bin Ali Jabir, MA)
Subscribe to:
Posts (Atom)