Hari-hari yang sangat ditunggu
dalam bulan yang indah ini sebentar lagi datang.
Memori tentang Ramadhan yang lalu-lalu rasanya kembali hadir di ingatan. Setiap
tahun ke tahun, Ramadhan selalu memberikan kesan yang indah bagi aku. Mulai
saat-saat masih Sekolah Dasar, disekolah selalu diadakan
acara “Pondok Romadhon” yang mengharuskan siswa untuk mengikuti program
tarbiyah Ramadhan
dari pagi hari hingga keesokan harinya. Malah
terkadang bisa sampai menginap tiga hari lebih. Perasaan yang membahagiakan karena berkumpul bersama teman-teman, rasa senang ketika bisa memakai baju muslim bebas, kenikmatan ketika berbuka bersama,
termasuk pula rasa bosan ketika harus mengaji dan shalat tarawih sebelas rakaat serta
mendengarkan ceramahnya yang panjang, semuanya
masih melekat hingga saat ini. Haha!...Walaupun dulu belum
terlalu memahami arti bulan Ramadhan yang sesungguhnya,
tapi cukuplah pengalaman itu memberikan
kesan yang mendalam. Dan memang setiap Ramadhan dari tahun ke
tahun punya kesan tersendiri.
Bukan hanya soal Pondok
Ramadhan,…tapi memang setiap Ramadhan
yang pernah saya lewati dari tahun ke tahun bersama keluarga dari tahun ke
tahun memang memilki kesan tersendiri. Hal itu
membekas didalam dada. Indahnya suasana keluarga ketika itu
yang masing-masing saling berlomba-lomba dalam beribadah, selalu menyempatkan
untuk berbuka dan sahur bersama meski mata ini mengantuk,
mendengarkan tausiyah-tausiyah di televisi setelah Subuh, dan bercengkrama bersama
keluarga sambil menunggu adzan Maghrib adalah saat-saat yang tidak pernah terlupa. Keindahan-keindahan
suasana Ramadhan itulah yang seringkali membuat air mata orang-orang
yang beriman harus menetes mengalir
di pipi ketika bulan itu berakhir.
Karena hanya orang-orang beriman-lah
yang selalu bahagia menyambut kedatangan bulan tersebut. Dan hanya orang-orang
beriman-lah yang sedih ketika berpisah dengannya. Mereka adalah orang-orang
yang paham betul betapa dahsyatnya rahmat Allah Ta’ala didalam bulan tersebut.
Mereka adalah orang-orang yang yakin dengan sepenuh hati bahwa didalam bulan
tersebut Allah Ta’ala mengobral surga untuk hamba-hambaNya dan menyebar ampunan
seluas-luasnya. Oleh karenanya orang beriman tidak akan pernah menyia-nyiakan
datangnya bulan ini. Mereka adalah orang yang takut waktu-waktu mereka di bulan
Ramadhan tidak membuat mereka terampuni dosa-dosanya. Mereka takut tidak
mendapat peluang surga yang dijanjikan Allah Swt lewat hadirnya bulan ini.
Mungkin saya bukanlah orang yang belum memiliki
kesempurnaan iman. Karena nyatanya saya masih saja luput dalam memanfaatkan
Ramadhan. Dan penyesalan baru saya rasakan ketika bulan berkah itu sudah di
penghujungnya. Saat itu, di akhir Ramadhan tahun lalu, saya berdo’a kepada Allah Ta’ala agar kiranya mengampuni dosa-dosa yang
pernah saya perbuat. Dosa karena telah ‘mengecewakan’-Nya, atas pemberian bulan Ramadhan yang ketika itu tidak saya manfaatkan
dengan yang amal-amal terbaik. Saat itu, semua kata hanya mampu
terucapkan dalam hati. Sulit bagi lisan saya untuk mengungkapkan penyesalan-penyesalan itu. Saya sadar semua itu telah berlalu. Tak akan mungkin waktu yang
telah terlewat bisa diulang kembali. Oleh
karenanya kemudian saya kembali berdo’a
agar Allah Swt memberikan kesempatan untuk bertemu dengan
Ramadhan tahun depan. Saya memohon dengan sangat agar
jangan sampai nyawa ini
dicabut-Nya sebelum
mempertemukan saya kembali
dengan bulan yang indah itu, dan membimbing saya melakukan segala ibadah dibulan tersebut semaksimal mungkin.
Amin Ya Rabb...
Amin Ya Rabb...
***
Sekarang, ketika saya tulis catatan ini, Ramadhan sudah menunggu di depan
mata. Dua minggu
lagi jutaan rahmat dan pahala sudah Allah siapkan untuk ditaburkan dimuka bumi.
Dan kita bebas memanen pahala sebanyak mungkin disana.
Tiba-tiba saya teringat tentang apa saja yang harus kulakukan. Saya juga teringat tentang doa yang pernah saya panjatkan ketika akhir
Ramadhan tahun lalu. Jika Ramadhan yang tahun lalu saya belum
beribadah dengan sekuat tenaga, maka
Ramadhan ini saya harus melakukannya dengan maksimal! Tidak boleh ada yang miss lagi kali
ini! Dan dalam dua minggu ini akan saya
siapkan lebih dulu ‘perbekalan’ untuk menghadapinya. Karena akan datang sebuah
‘perang’ besar. Perang untuk ‘menaklukkan’ diriku sendiri. Perang untuk memenangkan ganjaran surga! Maka sekali lagi,...TAK BOLEH ADA MISS DALAM RAMADHAN KALI INI!!! []
[Curhat Mingguan Abu Hafizh ke-41, menjelang Ramadhan, 9 Juli 2012, 05:53]
Penulis : Aditya Abdurrahman Abu Hafizh
Editor : Bey Erest
[Curhat Mingguan Abu Hafizh ke-41, menjelang Ramadhan, 9 Juli 2012, 05:53]
Penulis : Aditya Abdurrahman Abu Hafizh
Editor : Bey Erest