
Syaikh Ahmad Yassin, mungkin saya termasuk yang telat dalam mengenal jasa-jasanya. Setelah lebih dari 3 tahun atas kesyahidannya barulah hati ini terketuk membuka hati melihat saudara-saudara seiman di Palestina.
Padahal beliau hanyalah seorang guru ngaji. Yang tubuhnya mengalami cacat lumpuh. Sehari-harinya tubuh tuanya selalu dihantar oleh kursi rodanya kemanapun dia pergi. Namun tubuhnya dan suaranya yang kecil dan parau mampu menjadikan hati ribuan rakyat Palestina membara. Pidatonya seolah mampu mengubah sebongkah batu menjadi AK47 yang membuat rakyat Palestina tak gentar menghadapi senjata api atau tank sekalipun. Sebab batu itu bersama kalimat takbir, Allahu Akbar !
Sungguh, dahsyatnya semangat Syaikh yang lumpuh ini membuat saya terkagum-kagum saat itu. Setiap kata-kata dalam pidatonya bukan hanya membakar semangat para pejuang Palestina, tapi kami yang berada disini pun seringkali menangis ketika membaca kutipan khutbahnya maupun cerita tentang perjuangannya. Beliau pernah berkata dalam pidatonya kepada rakyat Palestina yang saat itu sedang ‘down’ karena penindasan Israel, “Lakukan apa saja yang bisa kita lakukan (untuk melawan Israel)”. Dan disitulah akhirnya titik balik tercetusnya intifadhah di Palestina, yaitu perang “all out attack” yang hanya dengan menggunakan batu.
Keadaan fisik Syaikh Ahmad Yassin seharusnya mampu membuat kita mengintrospeksi diri, bermuhasabah, bahwa beliau yang hampir seluruh anggota tubuhnya lumpuh, yang bahkan menulis saja tidak bisa, apalagi aktifitas-aktifitas lainnya, tidak pernah membuatnya menyerah memperjuangkan jihad fii sabilillah. Semangatnya untuk membela agama ini seolah selalu membara didadanya. Tekadnya untuk mengembalikan bumi Palestina di tangan umat Islam membuatnya tidak gentar mati. Justru pertemuannya dengan Allah Ta’ala lewat syahid menjadi cita-cita tertingginya. Keimanan dan ketaqwaan yang seperti itulah yang ternyata sangat ditakuti oleh Israel. Mereka menganggap Syaikh yang lumpuh ini sebagai ancaman besar bagi eksistensi mereka. Sampai akhirnya Syaikh Ahmad Yassin syahid karena tembakan rudal dari beberapa helicopter israel.
Kita lihat betapa takutnya Israel hingga untuk membunuh seorang Syaikh yang cacat saja harus mengirimkan helicopternya lebih dari 1. Hal ini menjadi pelajaran berharga bagi kita diantaranya :
Pertama, umat Islam yang memiliki tingkat keimanan dan ketaqwaan yang tinggi ternyata membuat orang-orang kafir merasa ketakutan. Karena dalam kondisi itulah umat Islam memiliki kekuatan penuh. Ini yang dianggap sebagai ancaman bagi eksistensi mereka. Dan mereka sebenarnya sangat faham akan kekuatan umat Islam dalam kondisi seperti itu. Oleh karena itu, marilah kita bersama-sama selalu meningkatkan kualitas iman dan taqwa kita dihadapan Allah Ta’ala. Isilah hari-hari kita dengan aktifitas-aktifitas yang memiliki tujuan ibadah kepada Allah. Wakafkan seluruh hidupmu untuk perjuangan dakwah ini seperti yang dilakukan Syaikh Ahmad Yasin.
Kedua, syukurilah seluruh anggota tubuhmu yang masih sehat dan lengkap ini dengan cara menggunakannya untuk aktifitas-aktifitas yang diperintahkan oleh Allah. Untuk berjuang di jalan Allah. Syaikh Ahmad Yasin yang lumpuh hampir total masih bisa mengerahkan seluruh potensi dirinya untuk berjihad. Ingatlah hal ini ketika diri kita sudah mulai berat menjalankan solat di masjid, malas membuka mushaf dan membacanya, bosan mendatangi majelis-majelis halaqoh, atau aktifitas-aktifitas lainnya. Ingatlah! Belum tentu kita sanggup ikhlas jika Allah mengkondisikan diri kita seperti Syaikh Ahmad Yasin. Sehingga satu-satunya jalan untuk mensyukuri fisik yang sehat ini adalah dengan membanting tulang untuk berdakwah dan berjihad dijalan Allah.
Ketiga, kita perlu malu jika ada dalam hati kita rasa putus asa atau futur dalam berdakwah. Ketika saya membaca biografi beliau (syaikh Ahmad Yassin), betapa banyak cobaan yang harus beliau tempuh dalam dakwah dan jihadnya. Beliau pernah dipenjara, disiksa, ditangkap secara paksa, dan tak jarang terancam dibunuh oleh musuh. Tapi tak ada dalam kamus beliau untuk futur dan putus asa dalam memperjuangkan Islam. Selama Al-Quds masih diinjak-injak oleh zionis laknatullah, maka tak akan pernah menyerah.
Dan masih banyak lagi pelajaran yang bisa kita ambil dengan berguru kepada Syaikh yang luar biasa ini. Tentang kesabarannya, tentang ketekunannya, tentang kerendahan hatinya, tentang cita-citanya, tentang tekadnya, dan masih banyak lagi. Namun, mujahid yang fenomenal ini telah beberapa tahun meninggalkan kita. Fisiknya memang sudah tak ada lagi, namun semangat juangnya telah diadopsi oleh jutaan mujahid yang ditinggalkannya. Sampai kami pun yang jauh di Indonesia masih dapat berguru padanya.
