Dra. Sirikit Syah, MA : Media Idealis Hampir Tak ada Lagi


Drama penggrebekan Densus 88 di Temanggung, Jawa Tengah, yang memakan waktu 18 jam dan penggrebekan di Jati Asih-Bekasi yang diliput berbagai media, menjadi tontonan gratis sebagian besar orang. Seakan-akan sebuah tayangan yang layak ditonton, atau perlu dipertontonkan. Peliputan tersebut lantas menyisakan banyak pertanyaan penting bagi mantan Ketua Presidium Dewan Kesenian Surabaya, Dra. Sirikit Syah, MA (49).

Perempuan yang pernah mengkampanyekan jurnalisme perdamaian (peace journalism) melalui lembaganya Lembaga Konsumen Media (LKM) --yang merupakan organisasi pemantau media pertama di Indonesia— seolah kecewa terhadap liputan berbagai media (khususnya TV) yang dirasakan lebih cenderung menjadi corong polisi dan kurang independen. “Seperti suting sinetron,” ujar alumnus Westminster University, London (2002) ini. Inilah petikan wawancaranya dengan www.hidayatullah.com.

No comments: