Untuk menjadi pribadi yang hebat, para pemuda kita harus mengerti betul pentingnya waktu. Allah berkali-kali bersumpah atas nama waktu seperti dalam Al-Qur'an,”Demi waktu/masa”, “Demi siang”, “Demi malam”, dan seterusnya menunjukkan betapa Allah Swt benar-benar menekankan tentang pentingnya waktu. Banyak orang yang sedih, stres, gak rela, kalo kehilangan sendal, daripada kehilangan waktu. Padahal waktu yang efektif mampu menghasilkan bukan hanya sekedar sendal namun pabrik sendal pun bisa kita raih kalo kita benar-benar memahami betul konsep waktu. Orang yang benar-benar mengerti arti berharganya waktu tidak akan mudah dirinya melakukan hal-hal yang sia-sia. Seluruh waktunya diisi oleh aktifitas-aktifitas yang mempunyai nilai manfaat. Bahkan mereka juga punya urutan prioritas dari sekian banyak manfaat itu, mana yang manfaatnya paling tinggi, sedang-sedang, dan sedikit. Orang yang tau akan nilai waktu yang diberikan oleh Allah ini akan selalu peka terhadap setiap aktifitasnya. Mudah sekali dirinya sadar ketika mulai melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat.
Dalam Al-Qur'an, Allah menegaskan bahwa orang yang tidak disibukkan dengan aktifitas-aktifitas kebaikan dalam hidupnya maka akan mengalami kerugian. Disini kita bisa mengambil pelajaran penting tentang memaknai waktu, yang mana waktu itu memiliki sifat yang terbatas dan tidak bisa kita mengulang kembali kejadian yang telah lewat. Orang yang sholat fardhu dengan asal-asalan, tidak akan dapat mengulang lagi sholatnya dikemudian hari. Karena waktu yang terlewat tidak bisa dikembalikan lagi. Catatan amal sholatnya akan dicatat oleh malaikat juga apa adanya, yaitu yang asal-asalan tadi. Kita bisa bayangkan selama ini, apakah sholat kita sudah maksimal? Sedangkan waktu tak mungkin diulang. Ini adalah pelajaran yang sangat berharga dari nilai waktu agar setiap kesempatan kita manfaatkan untuk mengisi peluang-peluang ibadah yang diberikan oleh Allah disetiap waktu.
Jika mendengar kata “waktu” dan “pemuda”Saya jadi teringat hadits ini :
“Kelak pada hari kiamat, kaki seorang anak manusia tidak akan tergelincir (ke surga atau ke neraka) dari sisi Rabbnya, hingga lima perkara ditanyakan kepadanya: tentang usianya untuk apa ia habiskan, tentang masa mudanya untuk apa ia gunakan, tentang hartanya darimana ia dapatkan, dan untuk apa ia belanjakan, dan tentang ilmunya apa yang ia perbuat dengannya.” (HR. Tirmidzi)
Betapa Allah mengingatkan manusia tentang dua hal yang berkaitan dengan waktu, yaitu USIA dan MASA MUDA. Mengapa terpisah? Karena masa muda adalah masa produktif yang harus disorot lebih besar porsinya. Masa tua itu tergantung dari masa mudanya (sehingga orang tua yang menganggap bahwa anak-anaknya yang masih remaja diberi kebebasan bergaul dengan alasan “masih muda, jadi biarin aja”, bisa ditepis dengan hadits ini).
______
Batas waktu yang Allah berikan kepada manusia adalah 24 jam sehari. Semua manusia sama. Tak ada yang spesial untuk diberikan lebih dari itu. Ada yang 24 jam sehari hanya dihabiskan dengan makan dan tidur, nggak produktif sama sekali, bahkan ada yang ngatur diri sendiri aja nggak bisa, disisi lain ada juga yang dalam 24 jam sehari bisa mengatur negara atau perusahaan besar dengan ribuan karyawannya. Mengapa demikian? Satu kata. PERCEPATAN!
Percepatan bisa dilakukan dengan berbagai macam cara. Ketika kita bisa memanfaatkan waktu untuk hal-hal produktif disaat orang lain diluar sana kebanyakan malah bermalas-malasan maka itu bisa dikatakan sebagai salahsatu bentuk percepatan. Misalnya, kenapa negara Jepang lebih maju ketimbang negara kita? Padahal kita merdeka duluan? Karena trik percepatan model ini. Budaya membaca masyarakat jepang sangat tinggi, sehingga ke stasiun-stasiun, dalam kendaraan umum, di ruang-ruang tunggu mereka selalu membaca buku. Jam kerja dan waktu-waktu produktif mereka tinggi. Itu percepatan. Namun percepatan yang lebih dahsyat adalah ketika kita bisa mengkader banyak orang untuk memiliki potensi yang sama dengan diri kita, sehingga mampu menggantikan sebagian besar peran kita bahkan melipatgandakan kinerja kita. Semakin banyak orang yang kita kader, kita organisir, kita bina, maka semakin berlipat produktifitas kita. Itulah percepatan.
Namun apa bisa melakukan percepatan/pelipatgandaan efektifitas waktu dalam hal mencari pahala? Jawabnya, insyaAllah bisa! Gimana? Ingat hadits yang diriwayatkan oleh Jarir bin Abdullah ra. ini :
“Barangsiapa yang mengajak kepada kebaikan dalam Islam kemudian mengamalkan hal itu sepeninggalnya, maka bagi yang mengajak tadi pahalanya sama dengan yang diajak. Sedikitpun tidak mengurangi pahala yang diajak.” (HR. Muslim)
Artinya, semakin sering kita melakukan aktifitas dakwah dengan menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran maka secara tidak langsung kita sedang berupaya melipatgandakan pahala disisi Allah. Semakin banyak orang yang melakukan kebaikan karena ajakan kita, semakin berkali-lipat pula pahalanya. Subhanallah!
Cukup banyak yang semestinya materi yang bisa dituliskan untuk membahas tentang efektifitas waktu. InsyaAllah akan dibahas di lain waktu. Terakhir, …satu hal yang harus anda ingat selalu dalam materi ini adalah “PERCEPATAN”. Ayo kita praktekkan sekarang juga! Ini urgent! [aa]
No comments:
Post a Comment