Gerakan-Gerakan yang Mengkonstruksi Peradaban

Ikut andil dalam sebuah proyek mengkonstruksi peradaban adalah dengan membuat sebuah gerakan-gerakan. Disini kami menggunakan istilah 'gerakan' karena 'gerakan' berarti sebuah bentuk aktifitas perpindahan tempat dari tempat yang satu ke tempat yang lain. Atau bisa diartikan sebagai perpindahan menuju sebuah tujuan yang diimpikan. Aktivitasnya dilakukan bukan sendiri-sendiri dan tidak ada sangkut pautnya antar individu, namun semua lakukan bersama-sama, serempak, dan bahu-membahu. Walaupun dengan 'bendera' kelompoknya masing-masing, tapi tetap merasa satu hati dengan kelompok-kelompok lainnya. 

Gerakan dapat diartikan bahwa setiap aktifitasnya selalu berorientasi pada perubahan. Karena pada dasarnya bergerak berarti berubah posisi. Dari posisi yang lama, yang kurang baik, menuju posisi yang lebih baik. 

Jika setiap individu-individu dari umat Islam ini kembali membuat suatu aksi nyata berupa gerakan-gerakan, entah bergabung dengan gerakan-gerakan Islam yang sudah ada maupun membentuk gerakan baru dengan tujuan yang sama, ibarat kita sedang meletakkan batubata-batubata untuk membangun gedung yang sangat tinggi dan megah. Tanpa batubata-batubata yang kita letakkan itu tidak akan lengkap bangunan itu berdiri. 

Bergabung dengan gerakan-gerakan Islam yang sudah ada memang dianjurkan, selama gerakan itu berorientasi pada tegaknya hukum Allah (Al-Qur'an dan As-Sunnah) dimuka bumi ini, namun disamping itu kita bisa saja membuat aktifitas-aktifitas lain yang bisa dikategorikan dalam gerakan-gerakan kecil. Yang didalamnya kita dapat memodifikasi cara dakwah kita kepada segmen-segmen dakwah yang lebih spesifik. Lebih konkritnya, kami contohkan saja, jika seorang aktifis dakwah sudah bergabung dalam gerakan dakwah A, yang notabene sudah termasuk gerakan dakwah besar berskala nasional atau internasional, masih boleh dan dianjurkan untuk membuat aktifitas-aktifitas dakwah lokal di lingkungannya dimana dia berada. Misalnya, yang masih mahasiswa, dia bisa mengaktifkan lembaga dakwah kampus, atau mengaktifkan lembaga kajian jurusan di kampusnya masing-masing, dan lain sebagainya. Tanpa gerakan-gerakan dakwah lokal tersebut maka segmen dakwah yang mayoritas ada disekeliling kita akan sulit dirangkul. Begitu juga dilingkungan yang lain seperti di kantor, di kampung, di organisasi, dan sebagainya, tidak menutup kemungkinan kita membentuk komunitas-komunitas kecil untuk memulai sebuah gerakan baru.
Apa saja bentuk aksi kita dalam mengambil bagian dalam perjuangan dakwah ini? Jawabnya, banyak sekali! Bisa apa saja, yang penting punya orientasi dakwah didalamnya. Beberapa contoh dan gambaran movement lokal yang mungkin dilakukan adalah sebagai berikut:

Organisasi/ Komunitas Dakwah Mini

 Membentuk komunitas-komunitas kecil yang didalamnya diisi oleh aktifitas-aktifitas yang bermanfaat seperti diskusi tentang topik-topik Islam, bedah buku, nonton bareng film religi, dll. Anda bisa mengajak teman-teman dekat anda. Mungkin cukup bagus jika bisa diikuti oleh 5-10 orang atau lebih. Jadwalkan pertemuan rutin itu berikut tempatnya. Koordinasi aktifitas-aktifitas didalamnya seperti menentukan topik diskusi apa yang akan diangkat, buku mana yang pas untuk dibedah, yang bahasannya ringan, tipis, tapi sarat hikmah. Bentuk aktifitas seperti ini membutuhkan koordinator yang handal, yang bisa terus memotivasi tiap teman-temannya yang bergabung agar tetap semangat. Dia juga harus kreatif tentang format dan suasana disetiap pertemuan yang diadakan. Buat momen-momen yang bisa mendukung aplikasi dari apa-apa yang telah dibahas didalamnya. Bisa dengan banyak cara; bikin resume lalu di up-load di blog, membuat aksi-aksi kecil untuk sosial, belajar berjualan untuk mengisi kas bersama. Santai saja asal mereka solid dan terus semangat berlomba-lomba demi turut andil dalam dakwah.
 Aktifitas model ini mirip halaqoh ilmu. Namun pelaksanaannya berbeda. Mungkin lebih independen. Disini cukup ada orang yang mampu mengkoordinasi teman-temannya tanpa harus ada murobbi yang membimbing materi tarbiyah secara urut dan baku.

Nasyid
 Atau bisa dengan cara membuat tim nasyid, lalu berusaha produktif dengan mengarang lagu-lagu sendiri, lalu mempublikasikannya secara mandiri. Tentunya berbeda dengan tim-tim nasyid yang hanya sekedar ingin menyanyi didepan audiens, tapi yang ini kental dengan nuansa dakwah. Seolah tim nasyidnya adalah medan jihadnya untuk amar ma'ruf nahi mungkar. Merilis album nasyid secara mandiri (atau saya menyebutnya do it yourself!) bukanlah hal yang sulit. Jangan kira tim nasyid yang kita bentuk bisa selalu dilirik perusahaan rekaman besar lalu dakwah kita meluas ke penjuru negeri. Perusahaan label rekaman di negeri ini mungkin mengharuskan kita punya tampang mirip Ariel Peterpan atau sekalian Ariel Sharon baru kita bisa beken. Selain itu, lewat!
 Btw, studio rekaman amatir sudah sangat banyak di kota ini. Biayanya mungkin juga tidak terlalu mahal, yang penting kalo mic-nya bukan sekualitas mainan anak-anak, saya rasa gak masalah. Menggandakan bisa menggunakan format kaset atau cd, atau bahkan mp3 gratisan saja. Hasilnya bisa juga dijual dengan mengganti ongkos produksi per-kepingnya. Kalo nggak ya bikin promo dengan bagi-bagikan aja, itung-itung pesan dakwahnya tersampaikan. Oh iya, supaya efektif jangan lupa cantumkan lirik lagu dan penjelasannya. Buatlah orang ketika mendengarkan tim nasyid anda, merasa penting untuk tahu apa yang sedang anda ucapkan. Buatlah mereka merasa penting untuk membaca pesan-pesan dakwah dalam lembaran kovernya. Karena jika lirik nasyid anda 'tidak berisi', anda juga tidak menganggapnya penting, maka sia-sia saja berdakwah lewat nasyid. 
 Di kota ini (Surabaya-red) mungkin ada tim-tim nasyid yang bermunculan. Namun saya belum pernah mendengar mereka percaya diri mengarang lagu-lagu dan liriknya sendiri. Menyanyikan lagu-lagu milik tim nasyid lain yang sudah tersohor menjadikan tim nasyid lokal kita mirip-mirip band top40 yang serba bias dan siap menerima re-quest. Sehingga kesannya jadi seperti itu. Udah gitu identiknya manggung di kondangan-kondangan atau walimah nikah saja. (Waduh…)
Bukannya apa-apa, maksud saya, jika kita melihat kembali sejarah kenapa nasyid itu muncul, adalah karena motivasi jihad dan dakwah. Saat ini motivasi itu sudah mulai memudar dan berganti dengan alunan lagu yang mellow plus lirik yang miskin semangat dakwah dan jihad. Mungkin sudah saatnya kita kembalikan lagi semangat nasyid untuk pergerakan Islam. Menjadikan nasyid sebagai soundtrack bagi perjuangan para mujahid-mujahid dimedan pertempuran dan dakwah. Yang membuat kita lebih bersemangat untuk bangkit untuk perbaikan daripada terus berlama-lama termenung menyesali dosa.

Training Center
 Organisasi-organisasi pelatihan atau training center sudah mulai ada disekitar kita. Namun belum banyak, karena memang miskin dukungan. Organisasi yang semacam itu yang bergerak untuk memfasilitasi kegiatan-kegiatan keagamaan di tingkat sekolah menengah juga kurang mendapat respon yang baik, artinya hanya segelintir sekolah yang mempercayakan murid-muridnya untuk memiliki aktifitas diluar sekolah semacam itu. Padahal jika training-training yang berbasis pengembangan kepribadian (EQ) dan spiritualitas (SQ) itu dikembangkan untuk siswa-siswa sekolah menengah atau mahasiswa, saya sangat yakin dapat berdampak luar biasa. Karena segmen remaja/pemuda-pemudi adalah sasaran dakwah yang empuk dan bergizi tinggi. Potensi mereka sangat luar biasa. Mereka sumber energi dan ide-ide brillian. Itu yang membuat jenis local movement seperti ini efeknya akan besar. InsyaAllah. 
 Pemain-pemainnya tentu harus mereka-mereka yang cukup ilmu untuk bergerak. Dalam bentuk movement ini perlu ada tarbiyah yang bersifat intern, dan waktunya cukup lama di awal, sampai mereka menghasilkan kader-kader yang unggul. Dan jika ingin belajar lebih banyak tentang bagaimana mengembangkan movement jenis ini, kita bisa belajar ke saudara-saudara di Uswah Student Center (Surabaya) maupun Trustco (Surabaya).
 Training-training center mungkin harus mengesampingkan orientasi profit yang berlebihan. Hindari eksklusifitas yang berlebihan sehingga hanya golongan sosial tertentu saja yang bisa ikut. Mereka harus berorientasi pada satu tujuan utama yaitu dakwah, menyeru kepada kebaikan dan mencegah pada kemungkaran. Ada kalanya profit diperlukan namun hanya sebatas uang lelah. Yang nominalnya mungkin tidak terlalu dipermasalahkan, atau mungkin seikhlasnya saja jauh lebih baik.

Toko/ Distro/ Individual Business
 Membuat toko sendiri, entah kecil-kecilan, atau yang besar sekalian, yang memiliki orientasi dakwah, cukup memberikan dampak yang luar biasa pada aspek gaya hidup umat. Semakin umat ini terbiasa menggunakan produk-produk muslim dan muslimah berarti bisa menggantikan ketergantungan mereka terhadap produk-produk milik orang-orang kuffar. Sedangkan bagi yang baru bisa berjualan dari mulut ke mulut, apa yang dilakukannya adalah sebuah pembelajaran yang luar biasa untuk jujur dan ulet. Hal ini terutama bagi yang masih sekolah atau kuliah. Melatih mental pemuda untuk berjiwa wirausaha itu sangat penting. Karena dengan berjualan bukan hanya kejujuran dan keuletan saja yang menjadi aspek penting, tapi kreatifitas seseorang akan terlatih. Kalo mental umat ini hanya menjadi pegawai, maka habis sudah perekonomian umat ini di masa mendatang. Para pemilik modal akan dikuasai orang-orang kafir. Yang menjadi bos kebanyakan orang kristen, orang Islam jadi satpamnya, cleaning service-nya, sopir, dll. Bukan bermaksud mendiskreditkan profesi mereka, namun kita harus melihat secara obyektif, bahwa umat Islam harus kuat, salahsatunya kuat secara ekonomi, yang itu bisa ditempuh dengan berdagang atau berwirausaha. 

Lembaga Pendidikan
 Membuat lembaga pendidikan sendiri, entah berbasis pada Islam atau ilmu-ilmu umum, bisa menjadi sebuah movement yang efektif. Mengingat pentingnya pendidikan bagi generasi umat ini selanjutnya lembaga pendidikan menjadi alternatif bagi sekuleritas sekolah di Indonesia. Orang tua jaman sekarang tidak banyak memberikan bekal aqidah kepada anak-anaknya, pendidikan agama disekolah sangat dangkal, saat kuliah apalagi, sedangkan pergaulan bebas, pacaran, gaya hidup barat mudah sekali diakses. Belum lagi internet yang tinggal klik saja udah keluar tuh gambar-gambar dan video “syetan”. Semua itu menjadi pengingat pentingnya lembaga pendidikan non formal yang dikelola oleh pengemban-pengamban dakwah. Yang mengajarkan betapa pentingnya akhlak dan pondasi aqidah.
 Tidak harus skala besar, seorang saudara saya membentuk sebuah lembaga bimbingan belajar untuk anak-anak yang kurang mampu, awalnya hanya kurang dari 10 siswa, namun hari ini bisa lebih dari 30 siswa. Keistiqomahan yang luar biasa dan rasa tanggungjawab yang tinggi terhadap pentingnya pendidikan bagi generasi penerus umat inilah yang membuat hatinya kuat.

Newsletter/ Magazine
 Newsletter atau magazine atau 'zine (disingkat) atau bulletin atau majalah atau selebaran atau apa sajalah bentuknya, selama itu untuk berorientasi dakwah maka sangat penting digalakkan. Media massa yang ada di sekeliling kita tidak bisa menjawab permasalahan-permasalahan dakwah dan umat ini. Kebanyakan dari media massa justru banyak menyudutkan posisi Islam dan mendemonologi (memburukkan wajah) Islam dihadapan publik demi profit. Umat Islam membutuhkan media tandingan, yaitu media yang mempu mengambil alih ketergantungan umat kepada media massa sekuler. Memang tidak masalah kita mengkonsumsi media massa yang ada, namun kita harus pandai-pandai memilah berita serta membentengi diri dari maksud terselubung dari para elit media.
 Jumlah selebaran yang dibagikan ketika shalat Jumat memang sudah tak kurang, namun seringkali yang terjadi menjadi ajang bagi kelompok atau jamaah dakwah tertentu untuk menjatuhkan kelompok atau jamaah sakwah lainnya. Ada yang sukanya mencari aib saudaranya yang berbeda jamaah. Bahkan ada yang sampai memaki-maki. Media dakwah yang seperti ini sangat tidak kami dukung karena orientasinya berbeda dengan kita. Kalo kami berorientasi mengkonstruksi peradaban dengan saling bahu-membahu antar tiap-tiap gerakan dakwah, tapi mereka berorientasi pada dekonstruksi (pengerobohan). Dakwahnya bukan mengajak pada kebaikan, tapi malah menyikuti gerakan-gerakan dakwah lain.
 Menulis, lalu dipublikasikan untuk disebarluaskan melalui media dakwah adalah suatu bentuk dakwah bil qolam (dakwah dengan pena). Itu juga merupakan salah satu indikator keilmuan seseorang dalam Islam. Semakin banyak input yang didapat ketika membaca suatu buku, mendengarkan kajian, diskusi, dll maka semakin banyak materi yang semestinya menjadi bahan dakwahnya.
Membuat media dakwah itu SANGAT gampang. Saya sengaja mencetak tebal karena memang begitu mudahnya hingga banyak organisasi dakwah yang konsisten menerbitkan hampir tiap jumat. Soal teknisnya, akan saya jelaskan di lain waktu. InsyaAllah.

Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shodaqoh
 Seorang ustadz lulusan doktoral di Saudi Arabia pernah berkata dalam suatu kajian, bahwa seandainya seluruh umat Islam dalam negeri ini mau mengeluarkan zakat secara rutin maka kemiskinan di negeri ini akan terselesaikan. Saya membayangkan kalau itu baru zakat saja. Jika infaq dan shodaqoh juga digalakkan maka memungkinkan kondisi negara ini hidup makmur tanpa hutang luar negeri. Setelah kajian itu saya menjadi yakin suatu saat dunia ini akan memiliki khalifah seperti Umar bin Abdul Aziz lagi. Yang terkenal kezuhudannya, terkenal keadilannya, dan berhasil membuat masyarakat makmur, sampai-sampai untuk menyalurkan zakat saja harus keliling ke seluruh negerinya dan tak juga menemukan orang yang berhak menerima zakat.
 Mengingat negeri ini mayoritas umat Islam, baru segelintir saja yang sadar zakat. Maraknya lembaga amil zakat yang eksis saat ini belum mampu menyakup seluruh masyarakat negeri untuk sadar zakat. Sangat cocok bagi kita untuk memulai sebuah gerakan yang berbasis manajemen ZIS (Zakat, Infaq, Shodaqoh). Membuatnya lembaga seperti ini sangat mudah. Perijinannya juga tidak sulit. Jika kita ingin memulai, maka modal yang paling besar bagi kita adalah track record kita sebelumnya dihadapan orang lain yaitu kejujuran, kepercayaan, dan tanggungjawab.
 Saat ini lembaga-lembaga amil zakat yang telah ada, seringkali mengadakan training manajemen zakat bagi para calon amil zakat. Event seperti ini sangat luar biasa manfaatnya. Kalau di daerah antum blum ada event semacam ini, maka bisa juga antum konsultasi pada ustadz yang memang ahlinya.

Movement lokal di lingkungan kita tidak hanya terbatas pada bentuk-bentuk seperti yang saya sebutkan diatas saja, masih banyak yang tak tersebutkan disini seperti organisasi remaja masjid, organisasi kajian jurusan di universitas-universitas, atau lainnya. Yang pasti apapun bentuk movement anda yang itu punya satu misi yang sama, maka istiqomahlah! Bersemangatlah anda semua, karena kita sedang melakukan langkah-langkah kecil menuju peradaban yang kita idam-idamkan. Walau seandainya kita tak menikmati kejayaan itu di masa hidup kita, minimal anak keturunan kitalah yang bangga dan bahagia menerima warisan perjuangan yang indah ini dari kita. InsyaAllah..
Wallahu a'lam. [aa]

Sebenarnya Kita ini Arsitek!

Cita-cita besar kejayaan Islam itu bukan hal yang mudah. Yang pasti dibutuhkan kerja keras yang super-ekstra untuk mewujudkannya. Nggak bisa kita cuma mengandalkan para juru dakwah yang sangat minimal jumlahnya di dunia ini, lalu kita sendiri tidak berbuat apa-apa. Berislam dengan merasa cukup soleh hanya dengan sholat, puasa, zakat dan mengaji (itu kalo yang bisa ngaji-pen). Kita lihat saja nanti apa yang terjadi, kalo bukan Islam malah menjadi bulan-bulanan dan bahan ejekan oleh orang kafir. Yah, seperti sekarang ini!
Kerja keras yang super-ekstra untuk mewujudkan kebangkitan Islam salah satunya adalah dengan menumbuhkan rasa tanggungjawab pada diri kita untuk mengambil bagian dalam momen besar kebangkitan tersebut. Yaitu tentang seberapa banyak 'rasa memiliki' dalam diri kita terhadap tegaknya agama ini. Juga tentang seberapa besar andil kita dalam mewujudkan kebangkitan itu. Atau tentang apa saja yang telah kita lakukan demi perjuangan dakwah. Memang, tanpa keberadaan kita dalam barisan dakwah, tidak akan mengubah Sunnatullah bahwa kelak Islam akan bangkit kembali. Islam akan menang kembali. Namun pertanyaan-pertanyaan tadi adalah untuk menjawab seberapa besar kecintaan kita terhadap agama yang mulia ini. Ini yang harus terus kita dengungkan dalam pikiran kita. Jangan sampai ada di antara kita yang ketinggalan momen ini, dimana kejayaan sudah diraih namun tidak ikut berbuat apa-apa. Kalo sudah begitu, pertanyaan yang cocok adalah “Ente Islam apa nggak sih?”. Kalo dia jawab “iya”, pertanyaan selanjutnya,“trus kemana aje lu selama ini?”.
Setiap diri kita adalah 'arsitek'. Arsitek yang ikut membangun terwujudnya peradaban Islam di muka bumi ini. Kita bisa ikut merancang wajah dunia Islam ini seindah mungkin. Dan mungkin, jika ternyata kerja keras kita secara maksimal itu hanya terlihat seperti sebuah batu bata dalam bangunan megah dan tinggi bernama kejayaan dan peradaban, itu sudah hal yang luar biasa. Karena yakinlah, bahwa bangunan yang besar itu tak akan lengkap tanpa satu batu bata itu, yaitu dirimu. Yakinlah bahwa mungkin jika kamu tak ada di situ, bangunan itu akan bertambah rapuh. Semakin banyak individu-individu yang tidak ambil bagian disitu, akan membuat bangunan itu bertambah rapuh. Dan akhirnya bangunan kejayaan dan peradaban hanya angan-angan. Namun sebaliknya, semakin banyak individu-individu yang turut mengokohkan berdirinya peradaban dan kejayaan maka kekuatan dan kekokohan bangunan itu akan lebih dahsyat. Yang mana tak ada satupun yang mampu merobohkannya, karena bangunan itu dibangun atas pondasi Kalimatullah, dan kitalah arsitek sekaligus bahan bakunya!!!

Aditya Abdurrahman

NEVERMIND THE DIFFERENTS, HERE IS....



Akhirnya ditentukan juga harinya,...jangan lupa yang bisa hadir silahkan hadir...Gratis! Ada fasilitas makan bersama-nya juga lo...silahkan untuk mendaftar hubungi SA'I...

Berguru Kepada Syaikh Ahmad Yasin


Syaikh Ahmad Yassin, mungkin saya termasuk yang telat dalam mengenal jasa-jasanya. Setelah lebih dari 3 tahun atas kesyahidannya barulah hati ini terketuk membuka hati melihat saudara-saudara seiman di Palestina. 

Padahal beliau hanyalah seorang guru ngaji. Yang tubuhnya mengalami cacat lumpuh. Sehari-harinya tubuh tuanya selalu dihantar oleh kursi rodanya kemanapun dia pergi. Namun tubuhnya dan suaranya yang kecil dan parau mampu menjadikan hati ribuan rakyat Palestina membara. Pidatonya seolah mampu mengubah sebongkah batu menjadi AK47 yang membuat rakyat Palestina tak gentar menghadapi senjata api atau tank sekalipun. Sebab batu itu bersama kalimat takbir, Allahu Akbar !

Sungguh, dahsyatnya semangat Syaikh yang lumpuh ini membuat saya terkagum-kagum saat itu. Setiap kata-kata dalam pidatonya bukan hanya membakar semangat para pejuang Palestina, tapi kami yang berada disini pun seringkali menangis ketika membaca kutipan khutbahnya maupun cerita tentang perjuangannya. Beliau pernah berkata dalam pidatonya kepada rakyat Palestina yang saat itu sedang ‘down’ karena penindasan Israel, “Lakukan apa saja yang bisa kita lakukan (untuk melawan Israel)”. Dan disitulah akhirnya titik balik tercetusnya intifadhah di Palestina, yaitu perang “all out attack” yang hanya dengan menggunakan batu.

Keadaan fisik Syaikh Ahmad Yassin seharusnya mampu membuat kita mengintrospeksi diri, bermuhasabah, bahwa beliau yang hampir seluruh anggota tubuhnya lumpuh, yang bahkan menulis saja tidak bisa, apalagi aktifitas-aktifitas lainnya, tidak pernah membuatnya menyerah memperjuangkan jihad fii sabilillah. Semangatnya untuk membela agama ini seolah selalu membara didadanya. Tekadnya untuk mengembalikan bumi Palestina di tangan umat Islam membuatnya tidak gentar mati. Justru pertemuannya dengan Allah Ta’ala lewat syahid menjadi cita-cita tertingginya. Keimanan dan ketaqwaan yang seperti itulah yang ternyata sangat ditakuti oleh Israel. Mereka menganggap Syaikh yang lumpuh ini sebagai ancaman besar bagi eksistensi mereka. Sampai akhirnya Syaikh Ahmad Yassin syahid karena tembakan rudal dari beberapa helicopter israel. 

Kita lihat betapa takutnya Israel hingga untuk membunuh seorang Syaikh yang cacat saja harus mengirimkan helicopternya lebih dari 1. Hal ini menjadi pelajaran berharga bagi kita diantaranya :

Pertama, umat Islam yang memiliki tingkat keimanan dan ketaqwaan yang tinggi ternyata membuat orang-orang kafir merasa ketakutan. Karena dalam kondisi itulah umat Islam memiliki kekuatan penuh. Ini yang dianggap sebagai ancaman bagi eksistensi mereka. Dan mereka sebenarnya sangat faham akan kekuatan umat Islam dalam kondisi seperti itu. Oleh karena itu, marilah kita bersama-sama selalu meningkatkan kualitas iman dan taqwa kita dihadapan Allah Ta’ala. Isilah hari-hari kita dengan aktifitas-aktifitas yang memiliki tujuan ibadah kepada Allah. Wakafkan seluruh hidupmu untuk perjuangan dakwah ini seperti yang dilakukan Syaikh Ahmad Yasin.

Kedua, syukurilah seluruh anggota tubuhmu yang masih sehat dan lengkap ini dengan cara menggunakannya untuk aktifitas-aktifitas yang diperintahkan oleh Allah. Untuk berjuang di jalan Allah. Syaikh Ahmad Yasin yang lumpuh hampir total masih bisa mengerahkan seluruh potensi dirinya untuk berjihad. Ingatlah hal ini ketika diri kita sudah mulai berat menjalankan solat di masjid, malas membuka mushaf dan membacanya, bosan mendatangi majelis-majelis halaqoh, atau aktifitas-aktifitas lainnya. Ingatlah! Belum tentu kita sanggup ikhlas jika Allah mengkondisikan diri kita seperti Syaikh Ahmad Yasin. Sehingga satu-satunya jalan untuk mensyukuri fisik yang sehat ini adalah dengan membanting tulang untuk berdakwah dan berjihad dijalan Allah.

Ketiga, kita perlu malu jika ada dalam hati kita rasa putus asa atau futur dalam berdakwah. Ketika saya membaca biografi beliau (syaikh Ahmad Yassin), betapa banyak cobaan yang harus beliau tempuh dalam dakwah dan jihadnya. Beliau pernah dipenjara, disiksa, ditangkap secara paksa, dan tak jarang terancam dibunuh oleh musuh. Tapi tak ada dalam kamus beliau untuk futur dan putus asa dalam memperjuangkan Islam. Selama Al-Quds masih diinjak-injak oleh zionis laknatullah, maka tak akan pernah menyerah. 

Dan masih banyak lagi pelajaran yang bisa kita ambil dengan berguru kepada Syaikh yang luar biasa ini. Tentang kesabarannya, tentang ketekunannya, tentang kerendahan hatinya, tentang cita-citanya, tentang tekadnya, dan masih banyak lagi. Namun, mujahid yang fenomenal ini telah beberapa tahun meninggalkan kita. Fisiknya memang sudah tak ada lagi, namun semangat juangnya telah diadopsi oleh jutaan mujahid yang ditinggalkannya. Sampai kami pun yang jauh di Indonesia masih dapat berguru padanya.

Interview with KetapelArt


KetapelArt adalah salah satu dari sekian banyak gerakan Islam di Indonesia. Aktifitas dakwah yang mereka jalani saat ini tidak sama dengan kebanyakan gerakan Islam lokal lainnya. Mereka menyebarkan pesan dakwah dengan memproduksi dan mendistribusikan t-shirts, topi, jaket, pin, dan berbagai merchandise lainnya. Pesan-pesan didalamnya pun sangat kuat dengan spirit jihad dan tegaknya kalimat tauhid dimuka bumi ini. Antum bisa lebih jelas melihat aktifitas KetapelArt di www.ketapelart.blogspot.com. Berikut simak ngobrol santai dengan mereka:

SA’I : Assalamualaikum, apakabar? ana ingin kenal lebih dekat sama semua yang di KetapelArt. Kenalin diri plis,...

KetapelArt: Wa'alaikumsalam wr wb,Alhamdulillah khair dan selalu dlm kebaikan Alloh,semoga antum juga selalu seperti itu salam ukhuwah dan perjuangan. tafadol!!! KetapelArt terdiri dari :

Akh pongah: Assalamu'alaikum wr wb. Ana Adrian biasa dipanggil pongah namun pongah is dead, so call me adrian. Kalo di KetapelArt ane yang ngurus duitnya.
Akh Sinyo: Assalamu'alaikum wr wb. Nama saya sadewa panca soetrisno nah klo ana yang ngurus produksi nya
Akh Ziondie Aka jhonday: Assalamu'alaikum wr wb. Nama ane jhonday nah ana yang ngurus pasca produksinya
Akh Fuad : Assalamu'alaikum wr wb. Nama ana fuad Salam ukhuwah dan perjuangan klo ana yang ngurus pra produksinya di KetapelArt 

SA’I : Apa aja kesibukan antum semua selain ke ketapelart?

KetapelArt: Kesibukan kami selain di KetapelArt berbeda2 secara kami semua berondong alias fresh graduated yang masih ngangur tp kami punya kesibukan lain yaitu menjadi anak PUNKAJIAN (walau dulu pernah discene punk sekarang Alhamdulillah hijrah) dan punya usaha organizer wedding walau kami masih pada bujang hehehehehe. Yang pasti cari maisyah. Kalo butuh jasa buat wedd hub kami aja. Itung2 bantu kami kumpulin maisyah.

SA’I : Gimana "sirah"-nya kok bisa jadi KetapelArt gini?

KetapelArt: Begini ceritanya....Pada awalnya..hehehehhe kami bertiga sama2 yang muak telah larut merasakan dan muak pada sistem yang salah (Naudzubillah balik lagi), ditipu sana ditipu sini dari dosen sampai media monitor 21 inchi dengan kefasikan yang mereka teriakan dan tampilkan kepada kami. Alhamdulillah hidayah menyelimuti kami,lalu bertemu dengan akh jhonday dalam satu liqo.(hehehehe sirah kita apa KetapelArt yach hehehehe) Alhamdulillah kita punya misi yang sama dalam menyampaikan risalah melalui media KetapelArt. Singkatnya KetapelArt dibentuk awalnya dimulai membuat kaos yang memboikot pada acara kampus yang merayakan valentine day dengan dihiasi dengan acara dugem2an. Dan akhirnya sedikit meluas hingga saat ini dan mencoba hancurkan tiran.

SA’I : Respon konsumen ketapelart gimana? banyak nggak? dari mana aja?

KetapelArt: Alhamdulillah baik bukan hanya dunia perniagaan tp ukhuwah juga jadi luas dan erat. Mulai beberapa bagian nusantara hingga mancanegara walaupun baru hanya Malaysia.

SA’I : Efektifkah dakwah dengan cara seperti ketapelart? gimana menurut antum?

KetapelArt: Menurut kami cukup efektif karena tanpa harus berteriak - teriak kami sudah dapat menyampaikan pesan(risallah) lewat media visualisasi. ya secara kami belum mampu untuk membuat TV.hehehehe. Ya Alloh kan gak melihat hasil nya tp melihat usaha nya.

SA’I : Sepertinya topik jihad mendominasi tiap pesan-pesan yang antum pakai di produk-produk antum, gimana pemahaman antum tentang ibadah yang satu itu? 

KetapelArt: Singkatnya karena kami juga masih terlalu fakir, yang kami tahu Jihad adalah puncak amal ibadah seperti yang telah disebutkan Alloh Azza wa jalla. dalam QS.4:95, karena surat tersebut mengartikan perbedaan ibadah antara orang beriman duduk dan yang berjihad dijalan Alloh. Maka dari itu sengaja kami dominasi kan dengan produk2 kami agar tujuannya khalayak luas yang melihat produk2 kami mengerti makna jihad yang sesungguhnya. Ya propagandakan jihad intinya mah.

SA’I : Antum bergabung di salah satu gerakan/jamaah tertentu di Indonesia? atau antum independen saja dakwahnya, nggak ikut siapa-siapa?...

KetapelArt : Waduh klo ditanya seperti itu kesan nya jadi mengotak-ngotakan. Walau pun maksud antum tidak seperti itu Berdasarkan Qs.23 : 52 dan 53, Qs.30:32 jadi Af1 sebelumnya kami disini tidak bisa mengatakan walaupun kami sebenarnya juga bergabung dalam satu gerakan/jamaah. Jadi dibilang independent iya atau tidak sama saja. Pokoknya ikut siapa saja yang berjuang dijalan Alloh.

SA’I : Siapa ulama-ulama yang mempengaruhi pemikiran antum?

KetapelArt : Ulama Ahluts-Tsughur ulama yang selalu berhadapan dengan musuh2 Alloh seperti yang difatwakan oleh syaikh sufyan bin uyainah : "jika kalian menyaksikan manusia telah berselisih, maka ikutilah(pendapat) mujahidin dan Ahluts Tsughur, 
karena sesungguhnya Alloh telah berfirman: Alloh benar-benar memberi hidayah." dan berkenaan dengan Qs.Al Ankabut : 69 
ditambahkan Qs. An Nisa : 59....wah klo disebutin orang2nya bisa ga muat, karena banyak ulama pejuang Islam yang telah Syahid dan selalu berjuang dijalan Alloh. Pokoknya mutlak habis habisan yang pasti bukan si “blind man, blind heart” alias Laknatullah A.K.A Gus Dur. Doi semua -semuanya dah buta tuh.Nauzubillah kaya doi. hehehehehe.

SA’I : Apa yang bikin antum suka beliau-beliau?
KetapelArt : Walah suka-suka kaya fans indonesia Idol aje. hehehehehe kami menyukai beliau karena diatas mungkin sudah cukup. Tapi yang lebih konkritnya karena Al Wara Wal Bara beliau-beliau, yaitu berloyalitas penuh kepada Alloh dan berlepas diri dari kaum kuffar, thogut dan sejenisnya.

SA’I : Gimana caranya antum bisa tetap semangat di jalan dakwah? gimana supaya gak futur?

KetapelArt : Qs. Al Asr : 1-3.Selalu berada dalam lingkungan orang-orang yang soleh (liat aja pejuang Islam di Afghan dan beberapa negara lainnya mereka selalu bersama2 biar mudah untuk di ingatkan,makanya pada ngelotok kedarah tuh imannya subhanalloh...), rutin ikut Ta'lim ato liqo, hiasi diri dengan tadarusan dalam kesendirian, insya Alloh gak akan futur.

SA’I : Gimana menurut pendapat antum soal hal-hal berikut :


a. Buku "Aku melawan Teroris"-nya Imam Samudera

KetapelArt : Subhanalloh....The great book resistence As syahid Imam Samudra. Yang lain kudu punya buat nambah plug in semangat perlawanan kepada kaum kuffar. Allohu Akbar!!!

b. Novel "Ayat-ayat Cinta" :)
KetapelArt : Masya Alloh....jangan dah buat lalai doank. Dan jadi terbuai.huh.
SA’I : Haha..emang tuh. Nontonnya harus sambil nundukkan pandangan terus sampe selesai.

c. SA'I Magazine
KetapelArt : Promo nich Bro hehehehehe. Yoi Subhanalloh...... The great zine local muslim D.I.Y (singkatan dari Do It Yourself-red) ...sebuah referensi kami untuk buat zine juga insya Alloh kedepannya.
SA’I : Yup, ayo kita galakkan zine-zine muslim lokal kita!

SA’I : Apakah cara mensupport movement antum hanya dengan cara beli produk antum saja? apa ada cara lain?
KetapelArt : Siapa bilang??? huh...ada Doa yang lebih penting bro.

SA’I : Seberapa penting menurut antum tentang sikap mendukung untuk movement2 lokal muslim disekitar kita?

KetapelArt : woahhhh...Penting sekali...harus dukung tuh Movement2 lokal agar menambah barisan dan mempermudah mensibghah generasi2 muda yang masih terlena dengan kelabilan nya. karena dengan style2 kita kan yang membuat mereka tertarik. Kami rekomendasikan beberapa Movement local muslim mulai dari Al Faid (Jakarta), Hambos Community (Jakarta), Rise n Revolt (Jakarta), Liberation Youth (R.I.P)(Bandung), Komunitas Jembatan Harokah (Jakarta), Menara Revolusi (Makassar), Open Mind (Bogor) dan banyak lagi yang belum bisa kami sebutkan. Muga kita selalu dalam barisan yang teratur untuk berjuang menegakkan kalimatulloh. Amin ya mujibasalim.

SA’I : Thanx,...kelak kita sambung lagi....any last words?

 KetapelArt : La jaza La syukron and No thanks....!!! karena setiap nikmat di ucapkan dengan rasa bersyukur Qs. Ad Duha : 11 Qs. Al Insan : 9 . Jadi kami Ucapkan Alhamdulillah atas semuanya. Qs. Al Ankabut : 63 "....Katakanlah Alhamdulillah tp kebanyakan orang tidak mengetahuinya." Af1 atas semua kesalahan, muga selalu dalam kebaikan Alloh. Insya Alloh kita sambung juga. Keep Fight,Keep Ukhuwah. Semangat terus untuk menantang mentari dan runtuhkan tirani. Akhir kata, Wabillahi taufiq wal hidayah, Wassalamu'alaikum wr wb
Jazakumullah khair