Tak Boleh Ada yang Miss (yang Terlewat)!


words: smokefreeyouth

Hari-hari yang sangat ditunggu dalam bulan yang indah ini akhirnya datang juga. Memori tentang Ramadhan yang lalu-lalu rasanya kembali hadir di ingatan. Setiap tahun ke tahun, Ramadhan selalu memberikan kesan yang indah bagi aku. Mulai saat-saat masih SD, disekolah selalu mengadakan acara “Pondok Romadhon” yang mengharuskan siswa untuk mengikuti program tarbiyah ramadhan di sekolah dari pagi hari hingga keesokan harinya. Perasaan ceria karena bersama teman-teman, rasa senang ketika bisa memakai pakaian muslim bebas, kenikmatan ketika berbuka bersama, termasuk pula rasa bosan ketika harus mengaji dan shalat tarawih 11 rakaat dan mendengarkan ceramahnya yang panjang. Haha!...Walaupun dulu belum terlalu memahami arti bulan penuh berkah ini, tapi cukuplah memberikan kesan yang mendalam, bahwa setiap Ramadhan punya kesan tersendiri.

Bukan hanya itu,…Ramadhan yang pernah aku lewati bersama keluarga dari tahun ke tahun juga begitu membekas didalam dada. Indahnya suasana keluarga ketika itu yang masing-masing saling berlomba-lomba dalam beribadah, selalu menyempatkan untuk berbuka dan sahur bersama, mendengarkan tausiyah-tausiyah di televisi setelah Subuh, dan bercengkrama bersama keluarga sambil menunggu adzan Maghrib adalah saat-saat yang tidak terlupa. Sungguh, seringkali air mata ini mengalir di pipi ketika malam Idul Fitri datang dan aku harus merelakan hari-hari Ramadhan-ku berakhir. Selalu penuh dengan penyesalan karena selalu saja hati ini merasa sedikit sekali memanfaatkan bulan rahmat ini.
Di akhir Ramadhan tahun lalu, aku berdo’a kepada Allah Ta’ala, agar Allah mengampuni dosa-dosaku. Dosa karena telah ‘mengecewakan’-Nya atas pemberian bulan yang berisi berkah tak terhingga ini tidak aku manfaatkan dengan yang terbaik. Waktu itu, semua kata hanya kuucapkan dalam hati. Sulit bagi lisan ini untuk mengungkapkan penyesalan-penyesalan itu. Tanganku menengadah ke atas dan tak terasa wajahku telah basah oleh air mata….Namun semua itu telah berlalu. Tak akan mungkin waktu yang telah terlewat bisa diulang kembali. Akhirnya aku berdo’a agar Allah Swt memberikanku kesempatan untuk mempertemukanku dengan Ramadhan yang berikutnya. Aku memohon agar jangan nyawa ini dicabut sebelum Allah Swt mempertemukanku kembali dengan bulan yang indah ini, lalu Dia membimbingku melakukan segala ibadah dibulan itu dengan maksimal, dan bersedia mengampuni seluruh dosa-dosaku.
Ketika aku tulis catatan ini, Ramadhan sudah menunggu di depan mata. Tiga minggu lagi jutaan rahmat dan pahala yang Allah taburkan disetiap aktifitas kita bebas kita panen sebanyak mungkin. Aku teringat apa saja yang harus kulakukan. Yang dulu belum kulakukan dengan sekuat tenaga, maka Ramadhan ini harus maksimal. Tidak boleh ada miss lagi kali ini! Ku siapkan lebih dulu ‘persenjataan’-ku. Karena berikut ini akan datang sebuah ‘perang’ besar. Perang untuk ‘menaklukkan’ diriku sendiri. Dan sekali lagi,...TAK BOLEH ADA MISS !

No comments: