Cinta yang Salah Terhadap Anak


Ada seorang ibu. Dirinya begitu rajin beribadah. Bukan hanya yang wajib, shalat tahajjud sudah menjadi kebiasaan rutinnya bermunajat kepada Allah Swt. Namun ketika waktu subuh datang anak-a naknya yang telah remaja tidak ada yang dibangunkan untuk shalat subuh. Bahkan dibiarkan lewat waktu subuh begitu saja dengan alasan kasihan kalo anaknya masih ngantuk karena kecapekan mengerjakan tugas sekolahnya.

Hal-hal seperti ini atau yang serupa dengan kasus ini sangatlah banyak. Ketika anak telah masuk usia wajib shalat, sang orang tua tidak tega harus memaksanya shalat, apalagi harus memukulnya. Alasannya beda lagi, “biar nanti kan ngerti-ngerti sendiri”. Ini memang lebih unik. Mungkin tidak usah disuruh sekolah saja sekalian sejak kecil, nanti biar ngerti-ngerti sendiri.

Seringkali orangtua salah mengimplementasikan cintanya kepada Anak. Karena kurangnya ilmu yang dimiliki oleh sang ayah dan ibu menjadikan pola didiknya keliru. Fatalnya, menempatkan kewajiban pendidikan tauhid dan ibadah kepada anak di level yang paling rendah. Perintah Allah Ta’ala mereka pikir hanya untuk dirinya. Bukan untuk anaknya. Anaknya dibiarkan saja menjadi manusia yang terbiasa membangkang terhadap perintah Allah. Jika anak-anak sudah terbiasa membangkang kepada Rabb-nya bisa dipastikan akan membangkang pula terhadap orang tuanya. ‘Cinta’ yang salah kaprah dari orang tuanya akhirnya tidak menghasilkan dampak positif, malah sebaliknya.

Didikan orang tua, terutama ibu sebagai penanggungjawab anak-anaknya dirumah seringkali terpengaruh dampak negatif televisi dalam memperlakukan sang anak. Anak ABG dibiarkan pacaran bebas sliweran masuk kamar. Herannya, sebelum mereka masuk kamar itu sambil ‘permisi’ lebih dulu ke ortunya! Naudzubillah! Kalo seperti ini siap saja menanggung malu kalo anaknya ternyata menghamili atau hamil diluar nikah. Lebih parahnya lagi kalo ternyata nggak pake acara ‘malu’ segala.

Jangan lupa bahwa setiap kita diberi tanggungjawab memimpin. Semua manusia. Semua akan diminta pertanggungjawaban ketika di akhirat kelak atas apa yang dipimpinnya. Seorang ayah, seorang ibu, seorang pembantu, sampai seorang presiden juga diminta pertanggungan jawab. Ketika anak-anak sebagai amanah dari Allah tidak kita didik dengan baik, maka Allah pula yang membalasnya kelak. Setiap perilaku anak yang dikarenakan didikan yang salah dari orangtuanya akan menjadi cambukan terdahsyat bagi orang tunya di neraka. Naudzubillah…

Brand New Muslim Shop House!








Semolo Waru Utara V/11, Komp. YPAC, Surabaya.
Telp. : (031) 5965842, 60738005, 60738006
e-mail :
saimuslim@gmail.com












Belajar Dari Akhlak Ustadz Salafi

Penulis : Abduh Zulfidar Akaha
Penerbit : Pustaka Al-Kautsar

Awalnya dari buku karangan Imam Samudra, ‘Aku Melawan Teroris’. Lalu ada buku bantahannya yang berjudul ‘Mereka Adalah Teroris’ karangan Ust. Luqman Ba’abduh. Buku ini cukup membuat heboh dunia persilatan…eh,dunia keislaman. Terutama bagi para jamaah-jamaah Islam. Mungkin anda berpikir dari judulnya (Mereka Adalah Teroris) sang penulis menganggap Imam Samudra adalah teroris. Namun ternyata bukan Cuma Imam Samudra, isinya hampir seluruh jamaah Islam kena cap teroris, kafir, ahli bid’ah, fasik, firqoh sesat, dll kecuali jamaahnya dia sendiri. Akhirnya keluarlah buku ‘Siapa Teroris Siapa Khawarij’ karangan Ust. Abduh ZA yang menepis tuduhan-tuduhan tidak berdasar dari penulis buku sebelumnya. Karena melihat urgensinya, Pustaka Al-Kautsar mengadakan bedah buku di berbagai kota di Indonesia. Buku ini mendapatkan sambutan yang luar biasa dari para aktivis dakwah. Namun tetap saja Ust. Luqman Baabduh penulis ‘Mereka Adalah Teroris’ nggak puas menuduh jamaah Islam dengan tuduhan yang cukup bikin ‘hot’, beliau menulis buku bantahan lagi berjudul ‘Menebar Dusta Membela Teroris Khawarij’. Nah, baru setelah itu keluar lagi dari ikhwah kita, Ust. Abduh ZA menulis buku yang gambarnya ada di atas itu, ‘Belajar Dari Akhlak Ustadz Salafi’.


Memang kalo disebut nama jamaahnya, ada kata Salafi disana. Namun bukan maksud kami menuduh seluruh orang salafi. Kami sangat yakin pengikut Salafush Shalih yang baik pasti punya akhlak yang mulia, tidak suka menuduh, menghakimi saudaranya sendiri tanpa ilmu. Namun ada sebagian yang mengku Salafi namun hobinya ‘unik’. Sampai kalo antum sendiri membaca bukunya yang ‘Mereka Adalah Teroris’, siap-siap aja mata antum pedas membaca kata-kata kotor yang juga dialamatkan pada ulama-ulama dan mujahid.

Btw, Buku ‘Belajar Dari Akhlak Ustadz Salafi’ adalah buku yang mencoba meluruskan pandangan yang keliru tentang akhlak, terutama para dai yang keras dalam berdakwah. Hampir 90% buku ini isinya tentang dalil dan penjelasannya yang lengkap.

Mossad (Behind every conspiracy)

Penulis : Herry Nurdi
Harga : Rp.45.000,00 (Disc. 20%-30% di media idaman)
Penerbit : Cakrawala Publishing
ukuran : 11 x 18 cm
tebal : 246 halaman

PROLOG
Sudah lebih dari 3 bulan saya mengincar buku ini, karena judulnya yang cukup Provokatif dan topiknya yang saya kira wajib kita ketahui.Karena Harganya yang cukup mahal untuk buku sebesar dan setebal itu.Akhirnya setelah ada anggaran untuk membelinya, jadilah buku ini sebagaiteman dalam kesendirian dan waktu luang. sekali lagi, saya menekankan bahwa buku ini memiliki urgensi yang cukup tinggi, karena minimal kita bisa mengenal siapa-siapa di balik peristiwa2 penting.

PENGANTAR
Penulis mengingatkan kita akan kebobrokan global yang terjadi di negeriini, atau bahkan terjadi di dunia pada umumnya. Mental korup, maraknya fasilitas untuk menyalurkan nafsu, dsb adalah hal terjadi pada masa kita.Penulis mengawali dengan cerita dari Negeri Syria, dimana Israel hampir saja berhasil (lagi) menempatkan agen mossadnya pada pucuk pimpinan negaraSyria. Namun, atas kehendak Allah, konspirasi internasional khas Israeltsb berhasil digagalkan, dan agen tersebut dihukum gantung di Syria.Uniknya, Syria yang kental dengan kultur Islam tersebut bisa terlena konspirasi yang dilakukan Agen Mossad Israel tsb. di sana Agen tersebutmemulai misinya dengan menyamar, kemudian setelah masuk ke birokrasi, kemudian karena kredibilitasnya, maka dia mulai beraksi dengan merusak moral pejabat2 Syria. Maka memberikan opini cukup kuat dari pengantarnya ini, yaitu Jangan2 ini cara Mossad merusak Indonesia?

AGEN2 MOSSAD DI BALIK PERISTIWA
Di dalamnya ditulis berbagai macam peristiwa yang terkait dengan operasi intelejen yang dilakukan oleh agen2 Mossad. di antara2 peristiwa2 itu ialah peristiwa kematian Syaikh Ahmad Yassin dan Lady Di, dramatisasi peristiwa holocaust, Terungkapnya pusat pembuatan senjata nuklir israel,kasus double agent CIA-Mossad oleh Org Yahudi Amerika yang membuat CIA harus mengatur ulang internalnya, sejarah di balik berdirinya negara Singapura, konspirasi 11 September 2001, Pembunuhan terhadap 530 ilmuwannuklir Irak dari 200 universitas, konspirasi bom bali, dan konspirasi2 yang terjadi saat Indonesia masih baru beberapa tahun berdiri.

ZIONISME, ISRAEL, DAN YAHUDI
Di dalam buku ini juga dituliskan pertentangan internal antara orang Yahudi sendiri tentang ide zionisme itu sendiri. Berbagai cara dilakukanIsrael untuk mewujudkan cita2 zionisme, bahkan tidak segan untuk menekannwarganya sendiri. Selain itu juga mereka melakukan taktik "lempar batusembunyi tangan" dimana jika mereka melakukan suatu operasi, maka merekabisa membuat persepsi yang memojokkan orang lain , dan itu banyak dialamatkan pada umat Islam, yang paling menghambat cita2 zionisme.

WARNING UNTUK UMAT ISLAM DAN DUNIA
Di akhir bukunya, penulis memberikan peringatan pada umat Islam dan duniaakan adanya bahaya paling laten ini. Warning terbesar dialamatkan pada umat Islam, karena dianggap paling mungkin untuk mengacaukan rencana zionisme israel. Selain itu, Israel juga tidak segan2 untuk "menghajar" dan merusak negeri2 lain yang punya pengaruh cukup besar dalam peta politik dunia. Dan ironisnya semangat ukhuwah dan persatuan Islam yang tipis membuat bukan tidak mungkin Israel menggunakan umat Islam sendiri untuk menghadang saudaranya yang hendak menggagalkan rencana zionisme dan konspirasi internasional rancangan Israel ini.

PENUTUP
Mungkin ada banyak fakta yang belum terungkap atau sengaja tidak diungkapuntuk kepentingan sesaat yang menyesatkan. Yang pasti pertama, kita harus SADAR bahwa ada konspirasi besar di balik tiap peristiwa2 yang ada. sehingga kita tidak cuek atau diam saja dengan apa yang jelas2 terjadi didepan mata kita. Yang kedua, umat Islam dan umat manusia yang cinta denganperdamaian hendaknya berkolaborasi untuk menghadang konspirasi khas ala Israel ini, karena dampak yang dirasakan tidak hanya dirasakan oleh korbansaja, tapi orang2 di sekitarnya akan merasakan dampak yang tidak kalah parah.
Wallahua'lam bishshowab.Afwan.


Penulis : Dwitama a.k.a. Toni

Yang Bikin Dakwah Ente Jadi Gak Bener

Dakwah dengan cara yang kasar, tidak santun, atau suka menghakimi saudara sendiri dengan vonis sesat, bid’ah, kafir, dan sejenisnya ternyata punya beberapa penyebab utama. Kalau kita kaji lebih dalam, barangkali ini beberapa hal yang boleh dibilang ikut melatar-belakangi sikap-sikap itu, antara lain:

1. Kesalahan Paradigma Dakwah
Harus secara jujur kita akui bahwa masih seringkali kita -siapa pun juga- punya paradigma keliru terhadap dakwah. Rasanya kalau sudah bisa mentahdzir, memperingatkan, atau mengutuk perbuatan orang yang dianggap salah, berarti dakwah sudah selesai. Kalau sudah berhasil mencaci maki habis di media internet, rekaman ceramah atau lewat buku dan majalah, berarti urusan sudah selesai. Sedangkan bagaimana reaksi dan penerimaan mereka yang diingatkan, tidak ada urusan. Biar yang ditahdzir itu merasa terhina sekalian, dan itu memang disengaja, sebab hinaan justru itu dianggap sebagai hukuman atas kesahalannya. Astaghfirullah. Inilah bentuk paradigma yang salah kaprah. Kalau sampai seorang pimpinan kelompok punya pikiran seperti ini, memang masalahnya tidak akan selesai.

2. Rancunya Konsep Mabadi' dan Furu'iyah

Kesalahan kedua adalah tercampur baurnya konsep masalah pokok dengan masalah cabang. Kita sering lihat apa yang dijadikan bahan pertengkaran hanya urusan sepele, tidak jelas ujung pangkalnya. Bahkan para ulama besar pun masih berbeda pendapat. Tapi perbedaan pendapat itulah kemudian yang dijadikan 'amunisi' untuk menyerang saudaranya. Dan dianggapnya bahwa pendapat yang dibelanya itu adalah kebenaran hakiki. Siapa pun yang tidak setuju dengan pendapat dirinya, maka harus jadi musuhnya.
Kita memang harus tegas kepada kelompok yang jelas-jelas menyimpang dari aqidah, misalnya kalangan Ahmadiyah yang bernabi kepada Mirza Ghulam. Atau kepada kalangan Liberalis yang menyatakan semua agama sama dan benar serta diterima Allah. Tapi kalau urusan jenggot, isbal, baju kemeja dikeluarkan, minyak wangi, lebih dekat ke urusan furu'iyah, sejak dulu sampai sekarang tidak pernah selesai masalahnya.

3. Kepentingan Pribadi
Dari sekian banyak kasus yang kami ketahui tentang perseteruan antar faksi dan kelompok, yang sangat kami sayangkan justru banyak yang dilatar-belakangi urusan pribadi. Ada yang urusan duit, ada juga yang terkait dengan masalah ketersinggungan personal, ada juga yang masalah sengketa keluarga.
Pokoknya, urusan pribadi sering kali ikut juga memperkeruh suasana. Namun tidak etis rasanya kalau contoh kasusnya dibedah di sini. Nanti malah akan jadi MGM. Apa itu MGM? 'Media Ghibah Nasional'.
Dan kasus-kasus model begini tidak lantas hanya dimiliki oleh satu kelompok saja. Coba kita lihat, nyaris hampir di semua kelompok dakwah, baik yang formal atau yang tidak formal, ternyata tidak juga sepi dari kasus dengan latar belakang seperti ini.

4. Faktor Gengsi
Ini penyakit manusia. Seorang bintang di atas panggung biasanya butuh tepuk tangan. Semakin ditepuki semakin bergayalah dia. Semakin bisa menghujat rekannya, maka semakin berkibarlah dia. Betapa banyak perseteruan itu kadang sudah lepas dari akar permasalahannya. Yang tersisa tinggal masalah dendam dan gengsi.
Tapi sekali lagi kami katakan ini justru sangat manusiawi. Rupanya tokoh besar pun juga punya titik-titik kelemahan, salah satunya adalah susahnya melawan gengsi. Tentu masih banyak analisis yang bisa dibedah, insya Allah kapan-kapan kita akan bicarakan lebih panjang, tanpa harus menunjuk hidung, tanpa menyebut nama, tanpa harus ada yang dijatuhkan atau merasa dijatuhkan. Karena penyakit itu adalah penyakit kita bersama, bukan monopoli kalangan tertentu. Semua akan jadi pelajaran penting bagi kita dalam menata umat ini ke depan.
Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

(dikutip dari salah satu jawaban konsultasi dalam www.eramuslim.com oleh Ust. Ahmad Sarwat, Lc.)